Data Ekonomi Jepang Jadi Sorotan, Bursa Asia Mayoritas Menguat

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Ann Wang

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan saham Asia bergerak bervariasi di tengah data pertumbuhan ekonomi Jepang. Indeks Nikkei 225 Jepang pada pukul 09.36 JST tercatat menguat 119,62 poin atau 0,17% ke level 68.833,42.

Penguatan lebih signifikan terlihat pada indeks KOSPI Korea Selatan pada 14 Agustus 2026 waktu Jepang (JST) yang berada di level 6.977,94, naik 164,60 poin atau 2,42%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 justru mengalami tekanan. Pada pukul 10.30 AET, ASX 200 berada di level 9.093,60, turun 21,60 poin atau 0,24%.


Baca: IHSG Ditutup Naik 1,59% Hari Ini di Tengah Pidato Prabowo

Sementara itu, indeks Shanghai Composite China berada di level 3.927,176, sedangkan indeks Shenzhen Component berada di level 14.354,305. Kedua indeks tersebut pada layar tidak menunjukkan perubahan atau persentase pergerakan (UNCH).

Hal serupa terlihat pada Hang Seng Index (HSI) Hong Kong yang berada di level 25.116,85 dengan status perubahan yang juga tercatat UNCH.

Mengutip CNBC Internasional, ekonomi Jepang tumbuh 1,1% pada kuartal kedua secara tahunan, di bawah perkiraan pertumbuhan sebesar 2% karena melemahnya permintaan domestik diimbangi oleh ekspor yang kuat.

Ini merupakan kuartal penuh pertama yang mencakup dampak perang di Iran, yang telah menyebabkan kenaikan harga energi bagi dunia usaha dan rumah tangga.

Ekspor menjadi pendorong utama pertumbuhan, dengan volume pengiriman dari negara tersebut melampaui perkiraan selama bulan ketiga dalam kuartal tersebut. Namun, hal ini didukung oleh melemahnya nilai tukar yen, bukan semata-mata karena peningkatan volume pengiriman.

Awal bulan ini, Bank of Japan merilis proyeksi aktivitas ekonominya dan menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB secara marginal menjadi 0,6% dari 0,5% untuk tahun fiskal 2026 yang berakhir pada Maret 2027.

"Ekonomi Jepang diperkirakan akan terus tumbuh secara moderat, meskipun dengan laju yang melambat," kata bank sentral tersebut, sambil menyoroti tingginya harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah.

Namun, hal ini kemungkinan akan diimbangi sebagian oleh langkah-langkah pemerintah untuk menekan harga minyak yang tinggi bagi rumah tangga, serta peningkatan permintaan global terkait kecerdasan buatan (AI). Banyak perusahaan Jepang terlibat dalam rantai pasokan semikonduktor.


(ayh/ayh)
Saksikan video di bawah ini:
Video; Tarik Dana Asing, Pasar Modal RI Masih Butuh Katalis Positif

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gubernur Bobby Nasution Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Detik-detik Proklamasi HUT Ke-81 RI Secara Virtual
• 3 jam lalu
0
thumb
Rupiah Menguat ke Rp 17.792 per Dolar AS pada HUT ke-81 RI
• 6 jam lalu
0
thumb
Menkum: Pemerintah Kejar Revisi UU Aceh Sebelum Otsus Berakhir 2027
• 7 jam lalu
0
thumb
RSUP Dr Sardjito Kerahkan Tujuh Tenaga Medis untuk Bantu Korban Gempa NTT
• 2 jam lalu
0
thumb
Community Shield Arsenal vs Manchester City: Link Live Streaming Kick-off 21.00 WIB dan Preview
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.