HUT ke-81 RI: Apakah Kita Benar-benar Berdaulat, Adil, dan Makmur?

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Dr I Wayan Sudirta SH M H, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Bulan ini angin kemarau kembali mengibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh penjuru Nusantara.

Di usia yang ke-81 tahun, Republik Indonesia berdiri sebagai raksasa yang terus bernapas, bertahan, dan bertumbuh di tengah gempuran zaman.

Baca Juga
  • Dari Irak ke Iran, Mengapa Amerika Mengulangi Kesalahan Perang Panjang?
  • Ayat Kursi Jika Dibedah Ternyata Terdiri dari 10 Kalimat Penuh Makna, Berikut Penjelasannya
  • Lebanon Berbeda, Pelajaran yang Selalu Gagal Dipahami Israel Selama 100 Tahun

Tahun ini, kita merayakan kemerdekaan dengan tema yang terdengar begitu agung: "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Namun, di balik gegap gempita perayaan, parade baju adat, dan upacara yang megah, mari kita berhenti sejenak.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Mari kita telanjangi makna dari 81 tahun perjalanan ini. Sudahkah tema tersebut menjadi realitas yang dihirup oleh 280 juta rakyatnya, atau ia masih sekadar slogan kosong yang didaur ulang setiap bulan Agustus?

Evolusi makna perjuangan

Secara empiris, kemerdekaan bangsa ini tidak diberikan di atas nampan emas. Ia direbut lewat dentuman meriam di Surabaya, lautan api di Bandung, diplomasi alot di Linggarjati dan Roem-Royen, serta darah para syuhada yang membasahi bumi pertiwi.

Secara fisik, para pahlawan kita mengorbankan segalanya demi satu kata: Merdeka.

Namun, secara filosofis, kemerdekaan bukanlah garis finis. Kemerdekaan adalah pintu gerbang emas (meminjam istilah dalam Pembukaan UUD 1945) untuk membangun peradaban.

Dahulu, musuh kita jelas: kolonialisme berseragam tentara Belanda dan Jepang yang merampas rempah dan kebebasan kita.

Hari ini, di usia 81 tahun, bentuk perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan itu telah bermutasi. Musuh bangsa hari ini tidak lagi datang dari seberang lautan dengan kapal-kapal perang, melainkan lahir dari rahim Ibu Pertiwi sendiri.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rekayasa Lalu Lintas Saat Rangkaian Upacara HUT RI di Jakarta, Cek Jalur Alternatifnya
• 5 jam lalu
0
thumb
Kemensos Tambah Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT Melalui Jalur Laut
• 4 jam lalu
0
thumb
Kemenkes: RSUD dan Puskesmas Terdampak Gempa NTT Ditargetkan Beroperasi 1-2 Minggu ke Depan
• 22 jam lalu
0
thumb
[FULL] Polri Kirim Personel, K9, hingga Logistik Bantu Korban Gempa NTT
• 23 jam lalu
0
thumb
Pedagang Pernak-pernik di Monas Tak Berharap Banyak di HUT RI ke-81, Faktor Eknomi?
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.