Proyek Rimba Raya digagas Rano Karno sebagai bentuk respons terhadap perkembangan teknologi AI yang semakin luas, khususnya di industri kreatif. Di sisi lain, ia ingin teknologi tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan kepada generasi muda.
Ide cerita Rimba Raya berangkat dari keprihatinan Rano terhadap sejumlah bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu kisah yang membekas dalam ingatannya adalah perjuangan seorang anak muda mencari ibunya yang menjadi korban bencana.
“Rimba Raya ini lahir dari sebuah kejadian bencana. Terjadi di Aceh, di Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat,” kata Rano di Jakarta.
Dalam kisah tersebut, seorang anak bahkan rela menyewa alat berat demi menemukan ibunya. Setelah melakukan pencarian selama berminggu-minggu, ia akhirnya menemukan jenazah sang ibu yang telah tertimbun selama hampir dua pekan.
Baca Juga :
Alasan Keluarga Minta Izin ke Rano Karno Tanam Pohon di Makam Vidi AldianoKisah itu kemudian mendorong Rano untuk menantang tim Karnos Visual Magic mengembangkan sebuah karya yang tidak hanya bercerita tentang bencana, tetapi juga memperkenalkan kekayaan alam Indonesia kepada anak-anak.
Setelah tidak lagi mengelola Karnos Film secara langsung dan menyerahkan pengelolaannya kepada sang anak, Raka Widyarma, Rano mulai mendalami teknologi AI untuk memahami potensinya dalam produksi kreatif.
“Saya belajar. Saya mau tahu AI itu apa sih sebetulnya. Walaupun memang terdengar banyak para kreator, AI ini menjadi satu handicap. Banyak tenaga-tenaga kerja yang terpotong habis dengan AI ini. Tapi AI ini adalah satu teknologi yang tidak bisa kita pungkiri dia akan merajalela,” ucap Rano.
Dalam pengembangan Rimba Raya, Rano kembali menggandeng Ario Rubbik yang telah dikenalnya sejak lama. Ario yang sebelumnya menjadi asisten Rano dalam Si Doel Anak Sekolahan dipercaya membantu penulisan skenario sekaligus menjadi Director.
Serial Rimba Raya kemudian dikembangkan dengan dua tokoh utama bernama Rimba dan Raya. Rimba merupakan anak dari Suku Dalam di Jambi yang kemudian diangkat oleh seorang ahli botani, sedangkan Raya digambarkan sebagai seorang dokter.
Kisah keduanya membawa penonton menjelajahi kehidupan alam sekaligus mengenal hutan dan satwa Indonesia. Rano ingin unsur lingkungan tidak hanya menjadi pelengkap visual, tetapi menjadi bagian penting dari cerita yang dekat dengan anak-anak.
Pendekatan tersebut membuat Rimba Raya tidak semata-mata menjadi proyek eksperimen teknologi AI. Rano berharap serial ini dapat menjadi sarana edukasi yang menyenangkan agar anak-anak semakin mengenal alam dan terdorong untuk menjaganya.
“Sebetulnya ini penyadaran kepada kita semua bahwa betapa pentingnya alam, bukan hanya hutan dengan segala isinya. Dan kedua mungkin, ini kan sebetulnya buat anak-anak, buat cucu supaya mereka mengenal bagaimana bisa mencintai lingkungan, karena memang segmen ini saya lebih pendekatan kepada anak-anak,” ujar Rano.
Baca Juga :
Don Lee Ucapkan Terima Kasih ke Rano Karno Usai Syuting Extraction: Tygo di JakartaDalam proses produksinya, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi tim Rimba Raya. Teknologi tersebut belum selalu mampu menghasilkan visual yang sesuai dengan karakter alam Indonesia yang diinginkan.
“AI ini ternyata berbahaya kalau tidak dikuasai. Misalnya pada waktu dibuat hutan Indonesia, tapi ternyata dalam (pandangan AI) tidak ada hutan Indonesia. Adanya hutan Afrika, Amazon,” kata Rano Karno.
“Jadi menurut saya memang AI itu teknologi yang belum sempurna. Harus kita sempurnakan,” lanjut Rano.
Direktur Utama Karnos Visual Magic Anton Soeharyo mengatakan Rimba Raya dirancang dengan pendekatan hiburan agar pesan mengenai lingkungan dapat diterima penonton secara lebih alami. Cerita menjadi pintu masuk sebelum penonton diajak memahami pentingnya menjaga alam.
“Rimba Raya kami kembangkan sebagai sebuah karya entertainment yang menjadikan alam bukan sekadar latar, tetapi bagian penting dari perjalanan ceritanya,” kata Anton.
Rimba Raya digarap Karnos Visual Magic bersama platform streaming Vidio dan Artha Graha Peduli. Serial sinematik berbasis AI tersebut terdiri dari 10 episode yang akan dirilis secara berkala setiap bulan. Rimba Raya dijadwalkan tayang secara eksklusif di Vidio mulai 17 Agustus 2026.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)






Komentar (0)