Peluru Menembus Perutnya, tapi Wajah Anak Buah yang Gugur Tak Pernah Hilang dari Ingatan

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Puluhan tahun telah berlalu sejak Kolonel Inf (Purn) Deden Nugraha (74) menjalankan tugas sebagai prajurit TNI di Timor-Timur.

Namun, pengalaman ketika peluru menembus perutnya pada 1978 masih menjadi kenangan yang sangat membekas.

Saat itu, Deden tengah menjalankan operasi di Timor-Timur untuk kedua kalinya. Di tengah penugasan, sebuah peluru mengenai bagian perutnya.

Baca juga: Peluru Masih Bersarang di Paha, Nawi Veteran 103 Tahun Menyimpan Cerita Perjuangan Kemerdekaan RI

"Saat perut saya ditembus peluru, pertama ada rasa hangat di badan. Begitu dilihat, darah membasahi pakaian saya," ujar Deden kepada Kompas.com, Minggu (16/8/2026).

Deden kemudian membuka pakaian untuk melihat kondisi lukanya. Saat itulah ia menyadari bahwa luka yang dialaminya cukup parah.

Dalam kondisi terluka, Deden segera mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan yang berada di lokasi.

Baca juga: Veteran Seroja Menanti Sentuhan Pemerintah...

Luka di bagian perutnya ditutup menggunakan perban. Ia juga diberikan suntikan morfin untuk mengurangi rasa sakit akibat luka tembak.

Deden masih harus dievakuasi dari medan operasi menuju lokasi pendaratan helikopter.

Proses evakuasi tidaklah mudah. Regu pendukung harus membawa tubuh Deden melewati medan yang dipenuhi debu dan bebatuan.

Terbayang wajah anak buah yang gugur

Bagi Deden, pengalaman di Timor-Timur tidak hanya meninggalkan luka pada tubuh.

Ia juga menyimpan kenangan tentang sejumlah anggota yang dipimpinnya dan gugur dalam pertempuran.

Salah satu peristiwa yang paling membekas baginya terjadi di daerah Aileu.

"Yang terbayang adalah wajah anggota saya yang gugur saat baku tembak di daerah Aileu, tempatnya pusat konsentrasi," ujarnya.

Sebagai seorang komandan peleton, Deden juga harus menjaga kondisi mental prajurit yang berada di bawah kepemimpinannya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia harus memastikan semangat pasukan tetap terjaga meski kabar gugurnya rekan-rekan mereka terus berdatangan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Naik Tangga dan Jalan Kaki Setiap Hari Pun Sudah Melindungi Jantung Anda
• 22 jam lalu
0
thumb
Jelang HUT RI ke-81, CFD Jakarta Dipadati Ribuan Warga
• 16 jam lalu
0
thumb
Posko Gempa NTT Dibentuk, Bantuan Akan Dikonsolidasikan di Halim
• 14 jam lalu
0
thumb
Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026
• 16 jam lalu
0
thumb
Korban Gempa NTT Mengungsi, Bantuan Belum Tiba akibat Akses Jalan Lumpuh | BERUT
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.