Saat Para Biarawati Indonesia Jadi Pasukan Pengibar Bendera HUT ke-81 RI di KBRI Vatikan

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Biarawati menjalani gladi bersih sebelum bertugas sebagai paskibra dalam upacara HUT ke-81 RI di KBRI Takhta Suci Vatikan. (Sumber: KBRI Takhta Suci)

VATIKAN, KOMPAS.TV - Suster Maria Josephine, biarawati asal Lembata, Keuskupan Larantuka, akan menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di KBRI Vatikan pada 17 Agustus 2026.

Menjadi anggota Paskibra di KBRI Vatikan bukan hal baru bagi Suster Josephine. Ia tercatat sudah empat kali menjadi anggota Paskibra di KBRI Vatikan sejak 2020.

“Ini keempat kalinya saya menjadi Pasukan Pengibar Bendera di KBRI Vatikan, sejak 2020,” kata Josephine dalam siaran pers KBRI Vatikan.

Pada upacara 17 Agustus 2026, sebanyak 11 suster dari Kongregasi Katekis Hati Kudus akan bertugas sebagai Paskibra. Suster Josephine dipercaya menjadi komandan pasukan.

“Yang dua tahun sebelumnya hanya untuk buka bendera saja. Terus dari tahun 2024 dengan yang sekarang jadi komandan,” jelas Suster Josephine dalam keterangan resmi KBRI Vatikan pada KompasTV, Minggu (16/8).

“Sebagai komandan pasukan, jadi tugasnya saya itu untuk memberi aba-aba ke pasukan pengibar bendera,” tambahnya.

Menjadi bagian dari Paskibra merupakan kebanggaan bagi Suster Josephine. Sebagai seorang biarawati, ia mengaku tidak pernah menyangka seorang suster dapat bertugas sebagai Paskibra di kantor Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

“Waktu pertama-pertama sih saya tidak tahu kalau suster juga bisa ikut pasukan pengibar bendera. Tapi ketika waktu tiba di Italia sini tahun 2020 dengan pengalaman dari para suster, mereka katanya dari tahun 2014 sudah diberi kepercayaan oleh KBRI Vatikan untuk berpartisipasi dalam memeriahkan perayaan 17 Agustus ini. Jadi luar biasa meskipun kami seorang suster tapi bisa berpartisipasi untuk memeriahkan acara 17 Agustus ini,” ungkapnya.

Berbeda dengan Suster Josephine, Suster Gervasia tidak pernah memiliki pengalaman menjadi Paskibra. Ia baru tinggal di Italia selama 10 bulan dan akan menjadi Paskibra untuk pertama kalinya.

“Saya tinggal di Italia sudah 10 bulan terus ini pertama kalinya saya menjadi Paskibra,” ungkapnya.

Walaupun belum memiliki pengalaman sebelumnya, Suster Gervasia menjalani latihan bersama anggota Paskibra lainnya dengan penuh semangat. Ia dan teman-temannya memahami hal-hal yang harus diperhatikan sebagai anggota Paskibra.

“Yang harus saya persiapkan yang pertama, daya tahan tubuh, peraturan baris berbaris, terus kekompakan antar tim,” ungkapnya.

Walaupun baru pertama kali menjadi Paskibra, Asisten Atase Pertahanan RI di Roma, Mayor Arh Pinanggih Wicaksono, yang bertindak sebagai pelatih Paskibra KBRI Vatikan, meyakini para suster akan tampil dengan baik pada 17 Agustus 2026.

“Menurut saya pribadi mereka sangat luar biasa, karena dari 10 pasukan ini, 70 persen mereka belum pernah latihan PBB sebelumnya. Namun berdasarkan dari latihan yang selama ini kami jalankan mereka sangat luar biasa,” ucap Mayor Pinanggih.

Baca Juga: RSUD Manggarai Terdampak Gempa, Pemerintah Siapkan Rumah Sakit Lapangan

Menjalani kehidupan sebagai seorang biarawati berarti mereka berjanji untuk siap melayani di mana pun sepanjang hayatnya. Suster Martina mengatakan telah 16 tahun berada di Italia untuk melayani di Kongregasi Katekis Hati Kudus Yesus.

“Saya sudah 16 tahun di Italia, melayani di kongregasi ini Suster Katekis Hati Kudus Yesus. Sekarang di komunitas, saya di Roma, di komunitas Monte Verde,” ucap Suster Martina.

Selain melayani sebagai seorang biarawati, Suster Martina juga merupakan mahasiswa tahun keempat di salah satu universitas di Italia.

Suster Martina Atanillan merupakan anggota Paskibra yang paling senior di antara anggota lainnya. Selama menjadi Paskibra, ia selalu bertugas sebagai pembawa bendera.

“Saya selalu tiga kali bawa bendera. Tapi kebanggaan untuk saya. Jadi saya selalu happy. Saya bilang, ah rasa saya jadi orang Indonesia tuh satu kebanggaan besar,” ungkapnya.

Perjalanan menjadi seorang suster bukanlah perjalanan singkat bagi Suster Martina. Saat pertama kali berangkat ke Italia, ia masih merupakan calon suster atau yang disebut dengan Novis. Setelah beberapa tahun melayani, ia menerima kaul kekal yang berarti janji selamanya kepada Tuhan.

“Saya kaul kekalnya 2022, tapi jadi susternya 2012. Jadi dari 2012 sampai 2022 jadi 9 tahun baru saya kaul kekal untuk selamanya,” jelasnya.

Di Italia, KBRI Vatikan atau KBRI untuk Takhta Suci merupakan Perwakilan RI yang bertanggung jawab memberikan pelayanan bagi WNI rohaniwan dan rohaniwati. Hal ini karena KBRI Vatikan diakreditasikan untuk Takhta Suci yang merupakan pusat pemerintahan agama Katolik di dunia.

“Vatikan itu menunjukkan wilayah fisik 44 ribu hektar yang lahir pada 1929 berdasarkan Perjanjian Lateran, sementara itu Takhta Suci adalah entitas pemerintah dan spiritual yang dipimpin oleh Paus. Paus juga memimpin Vatikan, Paus memimpin Holy See dan memimpin Vatikan,” jelas Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono.

Jumlah WNI biarawan dan biarawati di Italia berubah-ubah setiap tahunnya karena mayoritas pastor yang tinggal di Italia adalah mahasiswa yang mengambil studi S2 atau S3. Setelah selesai studi, mereka harus kembali ke Indonesia untuk melanjutkan pelayanannya.

Berbeda dengan pastor, mayoritas suster WNI yang berada di Italia hidup membiara dan memberikan pelayanan di gereja, sekolah-sekolah, serta rumah sakit. Per Juli 2026, jumlah WNI rohaniwan dan rohaniwati di Italia mencapai 1.876 orang.

“Dari 1.876 itu, 1.601 di antaranya adalah para biarawati, para suster,” kata Dubes Trias.

“KBRI Takhta Suci ini satu-satunya paskibrakanya adalah para suster. Kalau KBRI lain adalah awam biasa. Jadi itu sangat unik. Mengapa? Karena WNI-nya ada para suster dan pastor. Maka selama ini sejak 2 tahun lalu juga para suster, sebelumnya juga para suster,.".

Tinggal di luar negeri, jauh dari Indonesia, bukan menjadi penghalang bagi WNI untuk selalu mencintai tanah airnya. Atase Pertahanan RI di Roma, Kolonel Laut (Pelaut) Profidol Andre Mantiri Dotulung, mengatakan nasionalisme ditunjukkan melalui kecintaan terhadap Indonesia dan kebanggaan sebagai WNI.

“Nasionalisme itu adalah bagaimana kita mencintai Indonesia, bagaimana kita mencintai negara kita tempat kelahiran kita, bagaimana kita bangga sebagai WNI,” tegas Kolonel Andre.

Menurut dia, para suster menunjukkan nasionalisme dengan tetap meluangkan waktu untuk berlatih menjadi anggota Paskibra di tengah aktivitas mereka di Italia.

“Menurut saya mereka luar biasa bahwa dalam melaksanakan tugas di Italia, mereka masih memberikan waktu, tempat untuk apa, untuk berlatih menjadi sebagai pasukan pengibar bendera merah putih,” ungkap Kolonel Andre.

Bagi WNI biarawati seperti Suster Josephine, Suster Gervasia, dan Suster Martina, nasionalisme ditunjukkan dengan penuh rasa bangga melalui keterlibatan mereka sebagai bagian dari Paskibra dalam upacara HUT Kemerdekaan RI di KBRI Vatikan.

“Jadi orang Indonesia itu hal yang paling bahagia untuk saya. Meskipun jauh dari tanah air, tapi saya rasa saya di Indonesia juga. Dan awal bertemu dengan Bapak Dubes, sering dia mengulangi hal yang sama. Harus 100 persen Katolik, 100 persen juga Indonesia. Itu menjadi kekuatan untuk saya juga,” kata Suster Martina.

Baca Juga: Butet Kartaredjasa Serahkan Lukisan Jalan Salib Versi Jawa kepada Paus Leo XIV di Vatikan

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : KBRI Vatikan

Tag
  • kbri vatikan
  • upacara bendera kbri vatikan
  • biarawati jadi paskibra
  • biarawati
  • vatikan
  • hari kemerdekaan
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan: Tantangan Indonesia Membangun Ekonomi yang Adil
• 14 jam lalu
0
thumb
Jelang Vietnam Vs Malaysia, John Herdman Jagokan The Golden Star Warriors: Mereka Tim Terbaik di Piala AFF 2026
• 16 jam lalu
0
thumb
Politik sepekan, Sidang Tahunan MPR hingga Pepres tentang Ojol
• 18 jam lalu
0
thumb
Polri Pasang Wi-Fi Portable & Terbangkan Tim Trauma Healing ke Lokasi Gempa NTT
• 12 jam lalu
0
thumb
CENTCOM Tampilkan Gaza dan Tepi Barat sebagai Wilayah Israel dalam Peta Timur Tengah
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.