Kupang: Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan pengiriman bantuan kebutuhan dasar bagi warga yang menjadi korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang disalurkan meliputi bahan pangan, makanan siap saji, tenda, selimut, dan pakaian layak pakai.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menyampaikan Kemensos telah menyiapkan bantuan dari sejumlah gudang logistik untuk segera dikirim ke daerah-daerah yang terdampak.
"Sejak kemarin barang sudah siap, tetapi karena ada kondisi kapal tidak bisa berlayar, pada malam hari ini baru bergerak," kata Agus dalam rapat bersama Satgas Galapana DPR RI terkait penanganan bencana gempa bumi NTT di Kupang, Minggu, 16 Agustus 2026.
Agus menyampaikan pemerintah akan menganggarkan pembelian 48 ton beras. Proses pembelian direncanakan mulai dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026.
"Kita juga akan belanja, bekerja sama dengan Bulog-Bulog setempat, dan dalam waktu dekat ini kita akan belanja 48 ton beras. Proses belanja ini baru bisa dieksekusi hari Selasa," kata Agus.
Baca Juga :
Sebaran Korban Jiwa Gempa NTT
Kemensos terus mengupayakan distribusi bantuan melalui jalur logistik yang tersedia serta pengadaan langsung di wilayah terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascagempa.
Agus menjelaskan, Kemensos memiliki sejumlah gudang yang mendukung distribusi bantuan di NTT. Dua di antaranya berada di Kupang, sementara sisanya tersebar di sentra dan gudang Dinas Sosial provinsi.
Bantuan yang dikirim dari gudang-gudang tersebut diperkirakan tiba di Ende pada Senin pagi, 17 Agustus 2026. Setibanya di sana, bantuan akan segera didistribusikan ke berbagai titik lokasi bencana.
Sementara itu, persediaan dari gudang Dinas Sosial akan dikirim menyusul menggunakan kapal berikutnya. Kemensos juga mengirimkan bantuan dari gudang induk di Bekasi melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (Sumber : BPBD Kabupaten Manggarai Timur)
Agus mengungkapkan, Kemensos juga menerapkan strategi pengadaan bantuan langsung di wilayah terdampak. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat distribusi apabila jalur pengangkutan dari gudang utama mengalami hambatan.
"Kita belanja di titik-titik lokasi di mana bencana itu terjadi. Misalkan seperti di Ruteng, kita belanja," ujar Agus.
Menurut Agus, pengadaan di lokasi bencana memungkinkan bantuan lebih cepat sampai ke tangan masyarakat yang sangat membutuhkan.
Bantuan yang diprioritaskan adalah kebutuhan pokok, terutama bahan pangan dan makanan siap santap, pakaian, tenda, serta selimut. Pakaian untuk anak-anak juga masuk dalam daftar bantuan yang disiapkan.
Selain bantuan dari gudang logistik, Kemensos berencana menjalin kerja sama dengan Bulog setempat untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.





Komentar (0)