Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan Holding UMKM Klaster Perkebunan sebagai model konsolidasi petani dan pengusaha UMKM untuk memperkuat rantai nilai komoditas perkebunan dari hulu hingga hilir serta memperluas akses ke pasar global.
Peluncuran tersebut ditandai dengan penetapan PT Cinquer Agro Nusantara sebagai operator Holding UMKM Klaster Perkebunan, sekaligus pelepasan ekspor 16 ton Lada Putih Muntok (Muntok White Pepper) senilai 159.680 dolar AS atau sekitar Rp2,86 miliar.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengatakan Holding UMKM Klaster Perkebunan dirancang untuk mengonsolidasikan kekuatan petani dan pengusaha UMKM dalam satu ekosistem usaha yang terintegrasi sehingga memiliki skala ekonomi dan posisi tawar yang lebih kuat.
“Holding UMKM adalah model untuk membangun kekuatan ekonomi secara bersama. Melalui Holding UMKM Klaster Perkebunan, kita ingin mengonsolidasikan petani dan pengusaha UMKM agar memiliki skala, kapasitas, akses pembiayaan, kepastian pasar, dan daya saing yang lebih kuat sehingga mampu masuk ke rantai nilai nasional maupun global,” kata Bagus dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Menurut dia, model holding memungkinkan berbagai aspek dalam ekosistem usaha dikelola secara terintegrasi, mulai dari produksi dan pengumpulan komoditas, pembiayaan, peningkatan kapasitas dan pemenuhan standar, hingga pengolahan serta akses pasar.
"Konsolidasi tersebut memungkinkan petani dan pengusaha UMKM memiliki skala usaha yang lebih kuat sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok dan posisi tawar,” ujarnya.
Dengan model tersebut, komoditas perkebunan unggulan daerah diharapkan tidak berhenti sebagai bahan baku, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Pelepasan 16 ton Lada Putih Muntok menjadi langkah awal implementasi Holding UMKM Klaster Perkebunan. Komoditas yang dikonsolidasikan melalui ekosistem holding dipersiapkan untuk memenuhi standar dan persyaratan ekspor sebelum dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju pasar internasional.
Lada Putih Muntok merupakan salah satu komoditas unggulan Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas, nilai tambah, maupun perluasan akses pasar.
Baca Juga: Penutupan Festival Bazar Kemendagri 2026, Tak Hanya Dorong UMKM tapi Perkuat Edukasi dan Kesiapsiagaan
Baca Juga: Kabinet Bayangan Tawarkan Wealth Tax, Kritik Pajak UMKM ala Prabowo–Gibran
"Melalui konsolidasi dalam Holding UMKM, potensi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani sekaligus memperkuat posisi produk perkebunan Indonesia di pasar global,” kata Bagus.
Ia menambahkan, peluncuran Holding UMKM Klaster Perkebunan juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Kementerian UMKM dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin), terutama dalam meningkatkan kesiapan komoditas UMKM memasuki pasar internasional melalui pemenuhan persyaratan karantina dan standar negara tujuan.
"Ke depan, Kementerian UMKM bersama Barantin akan memperluas kolaborasi melalui edukasi dan penyediaan informasi mengenai kebijakan serta persyaratan karantina, termasuk pengembangan web series yang dikemas secara praktis dan aplikatif bagi pengusaha UMKM,” pungkasnya.






Komentar (0)