Kuala Kapuas (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, meliputi empat kecamatan, yakni Kecamatan Dadahup, Kapuas Murung, Timpah, dan Mantangai.
“Benar, berdasarkan laporan yang kami terima ada enam titik lokasi lahan yang terbakar di empat kecamatan tersebut pada Sabtu (15/8),” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandingan di Kuala Kapuas, Minggu.
Berdasarkan laporan diterima BPBD Kapuas, kebakaran lahan di Kecamatan Dadahup terjadi di dua titik lahan terbakar, yakni dekat jembatan besi, dengan lahan yang terbakar sekitar 10 hektare, dan dekat SMA Dadahup sebanyak 2 hektare.
Kebakaran lahan di Kecamatan Kapuas Murung, laporan yang diterima dari TNI di lapangan menyebutkan lahan yang terbakar perbatasan SP 2 dan 3 dekat SMP 3 Palingkau sebanyak 1 hektare.
Kebakaran di Kecamatan Timpah, Desa Danau Pantau, laporan dari camat setempat, kurang lebih 2,5 hektare. Sedangkan di Kecamatan Mantangai, Desa Katunjung, ada dua lokasi lahan yang terbakar.
“Lokasi pertama lahan yang terbakar di Desa Katunjung seluas 40 hektare, dan lokasi yang kedua petugas saat masih melakukan pemetaan lahan yang terbakar,” ujarnya.
Petugas di lapangan pun terus melakukan pemantauan serta penanganan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Upaya pemadaman dilakukan dengan melibatkan unsur terkait, termasuk BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat. Selain pemadaman, langkah penanganan juga diarahkan pada pencegahan agar titik api tidak kembali muncul di lokasi yang sama.
Pangeran mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat melakukan aktivitas yang menggunakan api di sekitar lahan. Masyarakat juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat merambat akibat kondisi lahan yang kering.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di wilayah sekitar agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas. Upaya bersama menjadi kunci dalam mencegah karhutla semakin meluas di Kabupaten Kapuas.
Baca juga: 540 petugas dikerahkan perkuat penanganan karhutla TNBTS
Baca juga: Pemerintah terus kebut penanganan Karhutla di Bromo
“Benar, berdasarkan laporan yang kami terima ada enam titik lokasi lahan yang terbakar di empat kecamatan tersebut pada Sabtu (15/8),” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandingan di Kuala Kapuas, Minggu.
Berdasarkan laporan diterima BPBD Kapuas, kebakaran lahan di Kecamatan Dadahup terjadi di dua titik lahan terbakar, yakni dekat jembatan besi, dengan lahan yang terbakar sekitar 10 hektare, dan dekat SMA Dadahup sebanyak 2 hektare.
Kebakaran lahan di Kecamatan Kapuas Murung, laporan yang diterima dari TNI di lapangan menyebutkan lahan yang terbakar perbatasan SP 2 dan 3 dekat SMP 3 Palingkau sebanyak 1 hektare.
Kebakaran di Kecamatan Timpah, Desa Danau Pantau, laporan dari camat setempat, kurang lebih 2,5 hektare. Sedangkan di Kecamatan Mantangai, Desa Katunjung, ada dua lokasi lahan yang terbakar.
“Lokasi pertama lahan yang terbakar di Desa Katunjung seluas 40 hektare, dan lokasi yang kedua petugas saat masih melakukan pemetaan lahan yang terbakar,” ujarnya.
Petugas di lapangan pun terus melakukan pemantauan serta penanganan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Upaya pemadaman dilakukan dengan melibatkan unsur terkait, termasuk BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat. Selain pemadaman, langkah penanganan juga diarahkan pada pencegahan agar titik api tidak kembali muncul di lokasi yang sama.
Pangeran mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat melakukan aktivitas yang menggunakan api di sekitar lahan. Masyarakat juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat merambat akibat kondisi lahan yang kering.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di wilayah sekitar agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas. Upaya bersama menjadi kunci dalam mencegah karhutla semakin meluas di Kabupaten Kapuas.
Baca juga: 540 petugas dikerahkan perkuat penanganan karhutla TNBTS
Baca juga: Pemerintah terus kebut penanganan Karhutla di Bromo






Komentar (0)