Brussel: Kebakaran hutan di Belgia bagian timur telah menghanguskan sekitar 2.700 hektare lahan dan memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka, menurut laporan media VRT pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Kobaran api yang terjadi di kawasan cagar alam High Fens sejak Jumat lalu itu masih aktif di sejumlah titik. Asap tebal juga terus memengaruhi wilayah permukiman di sekitarnya.
Warga yang dievakuasi dari Sourbrodt dan Butgenbach belum diperbolehkan kembali ke rumah. Sekitar 600 orang dievakuasi sebagai tindakan pencegahan.
Lebih dari 250 personel darurat bekerja sepanjang malam untuk mengendalikan kebakaran. Mereka terdiri dari lebih dari 100 pemadam kebakaran Belgia dan Jerman, 70 polisi, 40 tentara, serta 20 personel perlindungan sipil.
Dua helikopter Chinook dari Belanda juga dikerahkan untuk membantu pemadaman. Masing-masing helikopter mampu membawa sekitar 7.600 liter air.
Otoritas mengatakan perubahan arah angin dan medan yang sulit menghambat upaya pemadaman. Gambut di bawah kawasan semak juga masih membara sehingga memicu munculnya kembali titik api.
Ketika api bergerak menuju Monschau, kota di Jerman yang berada dekat perbatasan Belgia, warga di sejumlah kawasan, termasuk Plattevenn dan Leyloch, diperintahkan meninggalkan rumah pada Minggu pagi.
Otoritas Malmedy juga meminta warga tetap berada di dalam rumah, menutup jendela dan pintu, menghindari aktivitas fisik di luar ruangan, serta mematikan sistem ventilasi akibat asap.
Perdana Menteri Belgia Bart De Wever menyampaikan terima kasih kepada personel darurat dan mitra Eropa atas bantuan mereka. Ia juga menyampaikan simpati kepada seluruh warga yang terdampak.
Baca juga: Kebakaran Hutan di Prancis Hanguskan 1.600 Hektare Lahan, 650 Warga Dievakuasi





Komentar (0)