Suhu udara menunjukkan angka 34 derajat celsius ketika sekelompok perempuan paruh baya berkumpul di salah satu sudut Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (16/8/2026). Mereka berdiri berjejer sambil memegang seutas tali yang terhubung ke bagian depan sebuah bus. Beberapa saat kemudian, tali itu menegang. Tubuh mereka condong ke belakang, kaki menahan beban, dan tangan mencengkeram tali lebih kuat. Aba-aba terdengar. Mereka mulai menarik bus bersama-sama.
Pemandangan itu menjadi bagian dari lomba tarik bus untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Terminal Kalideres. Ada dua kategori dalam lomba tersebut. Kategori pertama diikuti peserta campuran laki-laki dan perempuan dengan bus double decker Gunung Harta berbobot sekitar 24 ton. Kategori kedua khusus ibu-ibu dengan bus biasa milik PO Arimbi yang berbobot sekitar delapan ton.
Pada kategori campuran, peserta harus menarik bus sejauh lima meter. Bus tingkat itu tidak langsung bergerak ketika aba-aba diberikan. Belasan peserta mengerahkan tenaga secara bersamaan hingga kendaraan mulai bergeser perlahan. Waktu yang dibutuhkan sekitar 50 detik untuk mencapai garis akhir. Di sepanjang lintasan, peserta mengatur langkah dan menjaga tarikan agar tetap seirama. Orang-orang di sekitar arena memberikan semangat ketika bus mulai bergerak.
Pada kategori ibu-ibu, sekitar 15 peserta menarik bus Arimbi. Bus bergerak lebih cepat dan mencapai garis akhir dalam waktu sekitar 15 detik. Ena (41) menjadi salah satu peserta dalam kategori tersebut. Kasir tiket Bus Putra Sulung dan Rona Indah itu sudah dua kali mengikuti lomba tarik bus di Terminal Kalideres. Sebelum lomba, Ena mengaku hanya mempersiapkan tenaga dengan makan dan minum. Namun, setelah tali ditarik, bobot bus tetap terasa berat.
"Berat banget pokoknya," kata Ena.
Bagi Ena, hadiah berupa sembako bukan alasan utama mengikuti perlombaan. Ia lebih menikmati kesempatan untuk berkumpul dengan rekan-rekan dan ikut meramaikan peringatan kemerdekaan. "Ini sudah kedua kalinya saya ikut lomba tarik bus. Tahun lalu juga ikut," ujarnya.
Lomba tarik bus di Terminal Kalideres sudah digelar untuk kedua kalinya. Kegiatan serupa pertama kali dilaksanakan pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada 2025. "Ini yang kedua kalinya kita adain lomba tarik bus," ujar Ketua Pelaksana kegiatan, Alfian Chofy. Menurut Alfian, sejumlah penumpang juga turut meramaikan perlombaan. Antusiasme untuk mengikuti lomba sebenarnya cukup tinggi, tetapi keterbatasan area membuat jumlah peserta dalam satu tim harus dibatasi.
Selain tarik bus, rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan di Terminal Kalideres juga diisi sejumlah perlombaan lain, seperti tarik tambang, balap karung, makan kerupuk, catur, sepak bola, joget balon, joget terong, dan memasukkan paku ke botol. Perlombaan digelar dalam beberapa hari. Peserta berasal dari orang-orang yang sehari-hari beraktivitas di terminal, mulai dari karyawan perusahaan otobus, petugas, pedagang, pelaku UMKM, hingga pekerja loket. Beberapa penumpang juga ikut menyaksikan dan meramaikan perlombaan.
Sejumlah ibu-ibu yang biasa bekerja di Terminal Kalideres, Jakarta Barat mengikuti lomba makan kerupuk, Minggu (16/8/2026).
Kompas/Hendra A Setyawan
Selain lomba tarik bus, lomba makan kerupuk menjadi salah satu lomba yang digelar.
Kompas/Hendra A Setyawan
Sejumlah rekan kerja menyemangati para peserta lomba makan kerupuk di Terminal Kalideres.
Kompas/Hendra A Setyawan
Di luar arena, aktivitas terminal tetap berjalan. Bus datang dan pergi, penumpang membawa barang bawaan menuju loket, sementara pedagang melayani pembeli. Beberapa peserta masih berkumpul setelah perlombaan. Ada yang berbincang, ada pula yang mengambil gambar dengan telepon seluler. Di sisi lain, sebuah bus bersiap meninggalkan terminal. Tali yang sebelumnya digunakan untuk perlombaan telah dilepaskan dari bagian depan bus. Ia tergeletak di atas aspal, sementara aktivitas di Terminal Kalideres kembali berlangsung seperti biasa.






Komentar (0)