Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) setempat melakukan pemantauan secara berkala terhadap aset kebudayaan seperti cagar budaya dan rumah adat setelah terjadinya gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kita tentu sangat prihatin dan kita berduka cita saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur mengalami musibah gempa, kita terus memonitor melalui Balai Pelestarian Kebudayaan yang ada di sana. Sejauh ini, kita sejak kemarin juga memonitor terutama yang terkait dengan bidang kebudayaan,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Minggu.
Fadli Zon menyampaikan sejauh ini belum ada laporan adanya kerusakan pada rumah-rumah adat meski kebanyakan bangunan itu terbuat dari kayu dan berada di kawasan terjadinya gempa.
Baca juga: Presiden perintahkan penanganan gempa NTT, Wamensos langsung ke lokasi
Laporan yang diterima sampai saat ini menyatakan bahwa kerusakan banyak terjadi pada perumahan penduduk dan bangunan-bangunan tertentu.
Fadli memastikan Kementerian Kebudayaan akan terus menyampaikan situasi terkini pada masyarakat berdasarkan data yang akurat dan sesuai fakta di lapangan.
“Nanti kalau ada laporan tambahan, nanti bisa kita lihat. Cagar-cagar budaya juga yang ada di sekitar lokasi gempa juga relatif aman,” kata dia.
Baca juga: Kemensos mobilisasi bantuan dan siapkan santunan korban jiwa di NTT
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto sudah bergerak cepat untuk turun ke lokasi memeriksa dampak langsung dari bencana itu. Beberapa menteri terkait disebutnya telah terbang ke lokasi pukul 8 malam kemarin.
Para menteri diarahkan untuk meninjau langsung dan membantu menyediakan segera hal-hal yang dibutuhkan oleh warga sebagai bentuk tanggap darurat mitigasi kebencanaan.
“Terutama instruksi langsung dari Presiden itu luar biasa cepat. Langsung ada 50 ribu paket sembako,” kata dia.
Baca juga: PMI NTB salurkan 300 paket bantuan untuk korban gempa di NTT
Ia turut mendoakan seluruh warga NTT yang terdampak gempa dan mendoakan semua pihak untuk tetap kuat.
“Mudah-mudahan juga tidak ada musibah lanjutan, susulan dan saya kira bisa tahap rehabilitasi,” tambah Fadli Zon.
Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang bagian wilayah NTT pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA atau 04.58 WIB berpusat di sekitar 30 km Mbay - Nagekeo pada kedalaman 15 km.
Baca juga: Bantuan Presiden Prabowo untuk korban gempa NTT tiba di Maumere
Baca juga: Menko AHY: Pemerintah bergerak cepat tangani bencana gempa di NTT
“Kita tentu sangat prihatin dan kita berduka cita saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur mengalami musibah gempa, kita terus memonitor melalui Balai Pelestarian Kebudayaan yang ada di sana. Sejauh ini, kita sejak kemarin juga memonitor terutama yang terkait dengan bidang kebudayaan,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Minggu.
Fadli Zon menyampaikan sejauh ini belum ada laporan adanya kerusakan pada rumah-rumah adat meski kebanyakan bangunan itu terbuat dari kayu dan berada di kawasan terjadinya gempa.
Baca juga: Presiden perintahkan penanganan gempa NTT, Wamensos langsung ke lokasi
Laporan yang diterima sampai saat ini menyatakan bahwa kerusakan banyak terjadi pada perumahan penduduk dan bangunan-bangunan tertentu.
Fadli memastikan Kementerian Kebudayaan akan terus menyampaikan situasi terkini pada masyarakat berdasarkan data yang akurat dan sesuai fakta di lapangan.
“Nanti kalau ada laporan tambahan, nanti bisa kita lihat. Cagar-cagar budaya juga yang ada di sekitar lokasi gempa juga relatif aman,” kata dia.
Baca juga: Kemensos mobilisasi bantuan dan siapkan santunan korban jiwa di NTT
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto sudah bergerak cepat untuk turun ke lokasi memeriksa dampak langsung dari bencana itu. Beberapa menteri terkait disebutnya telah terbang ke lokasi pukul 8 malam kemarin.
Para menteri diarahkan untuk meninjau langsung dan membantu menyediakan segera hal-hal yang dibutuhkan oleh warga sebagai bentuk tanggap darurat mitigasi kebencanaan.
“Terutama instruksi langsung dari Presiden itu luar biasa cepat. Langsung ada 50 ribu paket sembako,” kata dia.
Baca juga: PMI NTB salurkan 300 paket bantuan untuk korban gempa di NTT
Ia turut mendoakan seluruh warga NTT yang terdampak gempa dan mendoakan semua pihak untuk tetap kuat.
“Mudah-mudahan juga tidak ada musibah lanjutan, susulan dan saya kira bisa tahap rehabilitasi,” tambah Fadli Zon.
Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang bagian wilayah NTT pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA atau 04.58 WIB berpusat di sekitar 30 km Mbay - Nagekeo pada kedalaman 15 km.
Baca juga: Bantuan Presiden Prabowo untuk korban gempa NTT tiba di Maumere
Baca juga: Menko AHY: Pemerintah bergerak cepat tangani bencana gempa di NTT






Komentar (0)