tvOnenews.com - Omongan Presiden AS Donald Trump ingin caplok Selat Hormuz dipatahkan Iran. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menekankan bahwa selat tersebut hanya akan ditutup dan dibuka berdasarkan perintah Iran.
"Trump telah mengatakan bahwa setelah kekalahan Iran, ia akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS," kata Gharibabadi dalam sebuah unggahan di X, dikutip Minggu (16/8/2026).
"Selat Hormuz tidak dapat direbut melalui cuitan, kapal induk, perintah, atau pidato pemilihan."
"Terimalah kenyataan untuk selamanya: sampai saat ini, Anda telah menderita kekalahan strategis dan berat."
"Selama Anda tidak menerima kenyataan kekalahan dan menghentikan khayalan Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade."
Sebelumnya, Donald Trump mengatakan bahwa dia akan menyelesaikan kekalahan Iran dan segera mendeklarasikan selat tersebut sebagai bagian dari wilayah AS.
"Setelah kita menyelesaikan kekalahan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, segera saya akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," katanya sambil terkekeh saat rapat politik di akademi kepolisian di New York.
"Itu benar," tambahnya.
Ia mengatakan kepada massa bahwa membayar sedikit lebih mahal untuk bensin sebanding dengan biaya untuk memastikan Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir.
Seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya kemudian mengklarifikasi bahwa Trump hanya bercanda, seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal. (aag)





Komentar (0)