Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan grafit artifisial (artificial graphite) dari limbah batu bara untuk bahan baku baterai dalam upaya mendukung ekosistem kendaraan listrik (EV) di Tanah Air.
"Di sektor hulu material masa depan, BRIN tengah mengembangkan Baterai Li-ion Generasi 5V serta memproduksi grafit artifisial dari limbah batu bara," kata Kepala BRIN Arif Satria kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.
Arif menyebutkan grafit artifisial yang tengah dikembangkan tersebut memiliki tingkat kesesuaian struktur mencapai 96,8 persen.
Baca juga: BRIN ingatkan kerja sama berbagai pihak untuk bangun ekosistem EV
Pihaknya telah menciptakan berbagai purwarupa kendaraan listrik, antara lain seperti MEVI DELL-E (baik versi I-Seater maupun O-Seater) serta E-TRIGO yakni kendaraan listrik roda tiga yang dirancang khusus untuk niaga dan ramah bagi penyandang disabilitas.
"BRIN juga mematangkan sistem konversi hibrid (penggabungan mesin bensin, motor listrik, dan controller) yang memiliki potensi penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 20-40 persen, serta konversi motor listrik yang memanfaatkan rangka motor eksisting dengan biaya yang jauh lebih terjangkau," tutur Arif Satria.
Diketahui sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pemerintah akan memberikan insentif untuk satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia, sebagai bagian dari percepatan elektrifikasi mobilitas masyarakat.
Baca juga: BRIN optimistis riset EV otonom wujudkan konsep "smart city" di IKN
Presiden Prabowo mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi impor BBM sekaligus mempercepat penggunaan kendaraan listrik.
Ia menyebutkan insentif produksi motor listrik memiliki tiga tujuan, yakni menurunkan biaya kendaraan bagi masyarakat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, serta memperbesar industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajual.
Presiden Prabowo juga menyebut Indonesia telah memiliki hampir seluruh unsur yang dibutuhkan dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.
"Kami akan berikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ucap Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan pada Jumat (14/8).
Baca juga: Prabowo janjikan insentif kredit ringan tanpa DP untuk motor listrik
"Di sektor hulu material masa depan, BRIN tengah mengembangkan Baterai Li-ion Generasi 5V serta memproduksi grafit artifisial dari limbah batu bara," kata Kepala BRIN Arif Satria kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.
Arif menyebutkan grafit artifisial yang tengah dikembangkan tersebut memiliki tingkat kesesuaian struktur mencapai 96,8 persen.
Baca juga: BRIN ingatkan kerja sama berbagai pihak untuk bangun ekosistem EV
Pihaknya telah menciptakan berbagai purwarupa kendaraan listrik, antara lain seperti MEVI DELL-E (baik versi I-Seater maupun O-Seater) serta E-TRIGO yakni kendaraan listrik roda tiga yang dirancang khusus untuk niaga dan ramah bagi penyandang disabilitas.
"BRIN juga mematangkan sistem konversi hibrid (penggabungan mesin bensin, motor listrik, dan controller) yang memiliki potensi penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 20-40 persen, serta konversi motor listrik yang memanfaatkan rangka motor eksisting dengan biaya yang jauh lebih terjangkau," tutur Arif Satria.
Diketahui sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pemerintah akan memberikan insentif untuk satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia, sebagai bagian dari percepatan elektrifikasi mobilitas masyarakat.
Baca juga: BRIN optimistis riset EV otonom wujudkan konsep "smart city" di IKN
Presiden Prabowo mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi impor BBM sekaligus mempercepat penggunaan kendaraan listrik.
Ia menyebutkan insentif produksi motor listrik memiliki tiga tujuan, yakni menurunkan biaya kendaraan bagi masyarakat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, serta memperbesar industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajual.
Presiden Prabowo juga menyebut Indonesia telah memiliki hampir seluruh unsur yang dibutuhkan dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.
"Kami akan berikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ucap Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan pada Jumat (14/8).
Baca juga: Prabowo janjikan insentif kredit ringan tanpa DP untuk motor listrik






Komentar (0)