tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Purwakarta, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan seorang anak mendapat perlakuan kasar dari ayahnya beredar luas di media sosial.
Polisi kemudian mengamankan PY (36), warga Kampung Citalang, Desa Citalang, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, untuk menjalani pemeriksaan.
Kasus ini semakin menyita perhatian karena polisi menduga tindakan tersebut berkaitan dengan persoalan ekonomi. PY disebut melakukan kekerasan terhadap anaknya agar ibu kandung korban yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi mengirimkan uang.
Namun, di tengah penyelidikan, muncul bantahan dari ibu tiri korban yang menyebut adegan dalam video hanya gertakan atau akting untuk meminta kiriman uang.
Video Lama Viral, Polisi Amankan Ayah Korban
Rekaman yang menjadi perhatian publik ternyata bukan video kejadian baru. Polisi menyebut dugaan kekerasan tersebut berlangsung pada Februari 2025 sekitar pukul 13.00 WIB di rumah pelaku di wilayah Citalang, Purwakarta.
Dalam rekaman tersebut, korban diduga mengalami tindakan kekerasan berupa penyeretan dan tendangan. Video itu kemudian beredar luas di media sosial hingga akhirnya polisi melakukan penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan, pemeriksaan awal menunjukkan persoalan ekonomi dan emosi menjadi pemicu dugaan tindakan tersebut.
“Untuk motifnya, yang bersangkutan kesal karena tidak diberikan uang oleh ibu korban. Ibu korban saat ini bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI),” ujar AKP Made Purwantara.
Polisi kemudian mengamankan PY di kediamannya tanpa perlawanan. Penyidik masih mendalami apakah tindakan kekerasan tersebut hanya terjadi sekali atau terdapat kejadian lain yang belum terungkap.
“Sementara dari hasil pemeriksaan, (penganiayaan) baru terjadi pada hari itu saja. Namun, kami masih terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan belum memeriksa korban secara mendalam,” katanya.
Ibu Tiri Sebut Hanya Gertakan untuk Minta Uang
Di tengah proses hukum, muncul keterangan berbeda dari SS, ibu tiri korban. Ia membantah anak tersebut benar-benar disiksa dan menyebut adegan dalam video hanya merupakan gertakan ketika PY melakukan video call dengan ibu kandung korban yang berada di Arab Saudi.





Komentar (0)