Polri Kerahkan 10 K9 dan Bawa 2,5 Ton Logistik untuk Bantu Korban Gempa NTT

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Polri memperkuat penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengirimkan personel, anjing pelacak K9, hingga bantuan logistik. Sebanyak 21 personel Direktorat Polisi Satwa bersama 10 ekor K9 diberangkatkan pada Minggu, 16 Agustus 2026. 

Tak hanya mengirim tim pencarian, Polri juga membawa sekitar 2,5 ton peralatan dan kebutuhan bantuan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri. Pengiriman tersebut dilakukan untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Baca Juga :
Getaran Gempa di Sumut Terasa di Aceh hingga Malaysia
Pratikno Minta Data Korban Gempa NTT Dipercepat agar Bantuan Segera Disalurkan

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk memperkuat Polda NTT dalam menghadapi situasi pascagempa. Bantuan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ditemukan petugas di lapangan.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan operasi kemanusiaan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Polri kembali melanjutkan upaya kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Ini merupakan tindak lanjut arahan dan perintah Kapolri untuk memperkuat Polda NTT dalam melaksanakan misi kemanusiaan dan percepatan penanganan bencana,” kata Trunoyudo.

Salah satu kekuatan yang dikirim Polri dalam operasi kali ini adalah tim K9. Sebanyak 21 personel Polisi Satwa bersama 10 anjing pelacak diberangkatkan menggunakan pesawat Polisi Udara Polri dari Pondok Cabe menuju Labuan Bajo.

Kemampuan K9 akan dimanfaatkan untuk mendukung pencarian korban di sejumlah wilayah yang membutuhkan. Tim nantinya berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi prioritas, terutama di Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Penempatan personel maupun K9 dapat disesuaikan kembali apabila terdapat wilayah lain yang membutuhkan dukungan pencarian dan pertolongan.

Dalam penerbangan yang sama, Polri turut membawa sekitar 2,5 ton perlengkapan dan logistik. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan untuk menunjang operasi kemanusiaan di lapangan.
Beberapa di antaranya berupa peralatan SAR, obat-obatan, tenda lapangan, makanan, kebutuhan kelompok rentan, hingga 10 unit Wi-Fi portable. Perlengkapan pendukung lainnya juga disiapkan untuk membantu kelancaran operasi.

Setelah tiba di Labuan Bajo, tim akan berkoordinasi dengan Kapolda NTT bersama Forkopimda untuk menentukan distribusi bantuan dan wilayah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :
Penanganan Gempa di NTT Ditetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari
Menko PMK Pratikno Ungkap Fokus Pemerintah Tangani Gempa NTT: Selamatkan Warga hingga Pulihkan Infrastruktur
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang, Basarnas Ungkap Tiga Korban Baru di Manggarai Timur

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,7 Guncang NTT, BMKG Peringatkan Ancaman Tsunami
• 21 jam lalu
0
thumb
Sayembara Denny Indrayana, Ijazah SMA Gibran Sudah Ditunjukkan
• 6 jam lalu
0
thumb
Semarak Kebudayaan di IKN, 1.215 Peserta Tampilkan Ragam Budaya Nusantara
• 6 jam lalu
0
thumb
Jelang HUT ke-81 RI, Seskab Teddy Indra Wijaya Pimpin Rapat Akhir Persiapan Upacara Kemerdekaan
• 6 jam lalu
0
thumb
Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM dan LPG Tetap Berjalan Pascagempa Flores
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.