Liputan6.com, Jakarta - Mabes Polri kembali mengerahkan personel, tim SAR, anjing pelacak K9, serta bantuan logistik ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemberangkatan dilakukan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri, Tangerang Selatan, Minggu (16/8/2026).
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisno Andiko menyebut, pengiriman personel merupakan arahan langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo guna membantu proses evakuasi, penyelamatan, maupun mitigasi wilayah terdampak gempa.
Advertisement
"Upaya kami untuk memberikan bantuan dan menjalankan misi kemanusiaan Polri, sebagaimana arahan dan perintah Bapak Kapolri kepada jajaran Mabes Polri, khususnya dalam membantu Polda Nusa Tenggara Timur,” ujar Trunoyudo di Bandar Udara Pondok Cabe Polri, Minggu (16/8/2026).
Dia menerangkan, personel yang disiapkan untuk diberangkatkan sebanyak 260. Sebanyak 137 personel telah diberangkan pada Sabtu, 15 Agustus 2026 malam.
Trunoyudo menegaskan, para personel yang dikerahkan memiliki kapabilitas dan kompetensi bidang penyelamatan dan Search and Rescue (SAR).
Selain itu, Korps Brimob Polri telah mengerahkan 101 personel yang terdiri dari tenaga kesehatan lapangan, dokter beserta peralatan medis, serta personel logistik. Mereka bertugas melakukan pemetaan dan kurasi kebutuhan di wilayah yang terdampak.
Pada Minggu, (16/8/2026) pagi, Polri kembali mengerahkan tim SAR dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri. Trunoyudo menjelaskan, tim tersebut membawa peralatan pendukung pencarian korban dan bantuan logistik dengan total berat sekitar 2,5 ton.
“Khusus untuk kompetensi SAR dari Direktorat Polisi Satwa, kami memberangkatkan 21 personel beserta 10 ekor anjing K9 yang memiliki kompetensi untuk melakukan pencarian korban,” kata Trunoyudo.
Dia menilai, kecepatan dan ketepatan merupakan dua hal penting yang harus dilakukan dalam proses evakuasi. Tim yang diberangkatkan akan berkoodinasi dengan Polda NTT untuk melakukan pembagian tugas dan wilayah prioritas.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian awal dalam proses mitigasi dan pencarian korban yaitu Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Meski demikian, penyaluran bantuan tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” tuturnya.





Komentar (0)