Cerita Bupati Manggarai, Gempa Lumpuhkan Listrik dan Akses Jalan Putus

liputan6.com
56 menit lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), turut melumpuhkan sejumlah layanan dasar warga. Listrik sempat padam hingga Sabtu (15/8/2026) sore, sementara akses internet dan sinyal telekomunikasi masih sulit di sejumlah wilayah hingga Minggu pagi.

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit mengatakan, gangguan infrastruktur menjadi salah satu tantangan dalam penanganan warga terdampak gempa.

Advertisement

BACA JUGA: Menko PMK Pastikan Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT

"Kemarin memang mati listrik sampai sore. Kemarin ada keterlambatan, terputus. Listrik baru tersedia tadi malam," ujar Herybertus saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (16/8/2026).

Akses internet juga sempat terganggu. Menurut dia, layanan internet mulai kembali pada Sabtu sore. Namun hingga Minggu kondisi sinyal di sejumlah wilayah masih sulit.

Selain listrik dan komunikasi, akses transportasi juga terganggu akibat longsor yang menutup jalur Ruteng-Reo. Jalur Ruteng-Reo yang sempat tertutup longsor baru berhasil dibuka sekitar pukul 02.00 dini hari. Sementara itu, Jembatan Wae Pesi masih belum dapat dilalui banyak kendaraan.

Di tengah gangguan infrastruktur tersebut, pemerintah daerah masih fokus menangani warga yang mengungsi. Herybertus mengatakan persoalan pengungsian cukup berat karena warga tersebar di sejumlah lokasi.

Di Ruteng, kondisi terdampak cukup parah, termasuk kerusakan pada sejumlah kantor pemerintahan. Sementara di wilayah utara Manggarai, khususnya Reo, sebagian warga mengungsi ke beberapa titik dan sebagian lainnya memilih mendirikan tenda di sekitar rumah.

"Utara itu di Reo. Ada beberapa tempat penungsian, itu yang sedang kita tangani kemarin. Tapi di kecamatan lain juga ada warga yang tidak mengungsi, mereka hanya bangun tenda di samping rumah," kata Herybertus.

Pemerintah daerah juga sebelumnya mengarahkan warga di wilayah utara untuk menuju tempat yang lebih tinggi setelah adanya ancaman tsunami pada Minggu pagi.

"Sejak kemarin kami berusaha memberikan pengertian di utara ada ancaman tsunami kemarin pagi. Pagi kami arahkan naik ke tempat tinggi," ujarnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Golkar Salurkan 350 Ribu Benih Ikan ke Bandung Barat, Dorong Budidaya Perikanan Berkualitas
• 23 jam lalu
0
thumb
Gubernur KDM gagas lima desa di Selatan Bekasi ditata karakter Sunda
• 13 jam lalu
0
thumb
Jokowi Disebut Bapak Infrastruktur, DPD: Bukan Sekadar Beri Julukan
• 14 jam lalu
0
thumb
Usai Habisi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Sepelekan Malaysia
• 13 jam lalu
0
thumb
Rekomendasi Buah yang Bantu Turunkan Berat Badan
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.