JAKARTA, KOMPAS — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P Megawati Soekarnoputri menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana PDI-P mengerahkan relawan kesehatan untuk membantu korban gempa bermagnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur. Para kader DPD hingga DPC PDI-P se-Nusa Tenggara Timur juga diminta membantu warga yang terdampak gempa tersebut.
Instruksi tanggap darurat tersebut disampaikan Megawati melalui Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto. Hasto mengatakan, dirinya menerima telepon dari Megawati dan diminta segera mengonsolidasikan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa.
"Beliau menyampaikan sangat prihatin dan juga berdoa bagi seluruh warga Flores yang pada pagi hari tadi terkena musibah bencana tektonik," ujar Hasto, sebagaimana video yang diterima Kompas pada Minggu (16/8/2026).
Mari kita bersama-sama berdoa dan bergotong royong, memberikan energi terbaik bagi sesama anak bangsa kita. Terima kasih, terus berjuang.
Atas instruksi Megawati, seluruh jajaran PDI-P diminta segera bergotong royong turun ke lapangan untuk membantu penanganan bencana. Langkah tersebut akan dipimpin Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI-P.
Kepala Baguna PDI-P Tri Rismaharini, lanjut Hasto, akan didampingi Ketua Bidang Kesehatan DPP PDI-P, Ribka Tjiptaning yang mengoordinasikan tim relawan kesehatan.
Seluruh kader bersama jajaran DPD dan DPC PDI-P se-Nusa Tenggara Timur (NTT) juga diminta segera mengambil langkah darurat untuk memitigasi dampak bencana. Langkah ini termasuk mendirikan dapur umum dan menolong warga yang menjadi korban.
"Mari kita bersama-sama berdoa dan bergotong royong, memberikan energi terbaik bagi sesama anak bangsa kita. Terima kasih, terus berjuang," kata Hasto.
Secara terpisah, Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT dan sekitarnya. Ia meminta pemerintah bergerak cepat untuk memastikan penanganan warga terdampak gempa.
Puan menegaskan, bantuan logistik harus segera disalurkan secara merata kepada warga terdampak, terutama mereka yang tempat tinggalnya rusak parah serta masyarakat di wilayah dengan akses yang sulit.
“Dan apabila ada warga yang mengungsi, pastikan tempat pengungsian yang nyaman dan aman. Pengungsian harus ramah terhadap lansia, anak-anak, ibu hamil/menyusui, warga difabel, dan yang memiliki penyakit bawaan,” kata Puan.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dipo Nusantara, berharap, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait segera bergerak cepat melakukan tanggap darurat terhadap dampak gempa. Pemerintah pusat dan daerah diminta tidak menunda pertolongan bagi warga terdampak. Ia menekankan pentingnya distribusi bantuan dasar sejak dini.
"Kami berharap pemerintah segera membantu masyarakat agar mereka tidak semakin kesulitan karena terlambat mendapatkan pertolongan, makanan, air bersih, tempat berlindung, maupun layanan kesehatan," ujar Dipo.
Dalam situasi tanggap darurat, politikus dari daerah pemilihan (dapil) NTT ini juga meminta perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan di lokasi pengungsian. Menurutnya, kebutuhan mereka berbeda dari kebutuhan umum lainnya.
"Bantuan jangan hanya melihat kebutuhan umum. Perhatikan juga kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, perempuan, penyandang disabilitas, serta warga yang sedang sakit. Mereka membutuhkan perlindungan dan penanganan khusus di lokasi pengungsian," ujar Dipo.






Komentar (0)