JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Bupati Sikka Simon Subandi mengungkapkan sejumlah kebutuhan yang diperlukan pasca-gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dia menyatakan bantuan paling mendesak saat ini adalah terpal atau tenda. Hal ini disebabkan keterbatasan fasilitas membuat sejumlah puskesmas di beberapa kecamatan terpaksa merawat dan melayani pasien di area terbuka atau luar gedung puskesmas.
"Bantuan yang dibutuhkan saat ini paling urgent (mendesak) itu adalah terpal," kata Simon dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, KompasTV, Minggu (16/8/2026).
"Kami kesulitan terpal karena di beberapa fasilitas kesehatan di puskesmas di beberapa kecamatan rata-rata pasien dilayani di luar puskesmas, sehingga ini juga kami membutuhkan terpal, atau tenda," ujarnya.
Baca Juga: Wakil Bupati Sikka Sebut 1.264 Warga Mengungsi akibat Gempa M 7,7 di NTT
Dia menuturkan, meski pemerintah daerah telah berupaya maksimal melakukan distribusi terpal untuk puskesmas terdampak gempa di Kabupaten Sikka, namun jumlah tersebut masih kurang.
"Tadi malam kami sudah berushaa dengan yang ada kita sudah mendistribusikan tetapi rupayanya masih kurang untuk beberapa puskesmas yang lain," ucapnya.
Selain terpal, dia mengatakan selimut dan obat-obatan juga menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi pengungsi.
"Mungkin untuk bantuan, pakaian ya selimut untuk bayi, balita, ibu hamil, kemudian obat-obatan, vitamin," ucapnya.
Lebih lanjut, Simon menyebut berdasarkan informasi yang didapat, bantuan dari pemerintah pusat akan tiba pada hari ini.
Dia menyebut saat ini air dan listrik kembali normal. Begitu juga terkait layanan telekomunikasi.
"Untuk listrik sudah normal dari kemarin sore, air sementara normal, untuk listrik dan air normal," tuturnya.
"Awal-awal gempa sempat ada gangguan (layanan telekomunikasi), tetapi untuk saat ini komunikasi, internet cukup baik," kata Simon.
Lebih dari 1.000 warga mengungsi
Simon menyampaikan sejauh ini terdapat 1.264 orang di Kabupaten Sikka yang mengungsi akibat gempa yang terjadi di wilayah NTT, pada Sabtu (15/8) kemarin.
Sebagian besar warga terdampak ditempatkan di lokasi pengungsian seperti Stadion Gelora Samador dan beberapa titik aman.
"Sangat banyak yang mengungsi, baik yang evakuasi mandiri maupun yang dilakukan oleh Pemda, yaitu sebanyak 1.264 orang, ada di, kami tempatkan di lapangan sepak bola Gelora Samador, kemudian ada yang di Simpang Lima Lingkar Luar, lalu ada sebagian di SMA Budi Luhur, dan di beberapa tempat lagi," kata Simon.
"Yang secara mandiri mereka berkumpul di titik-titik yang mereka anggap aman dan jauh dari laut," ucapnya.
Dia memastikan koordinasi dan persiapan lapangan telah dilakukan, mulai dari pemasangan lampu oleh PLN, penyiapan tenda, pemenuhan logistik makanan, hingga koordinasi lanjutan untuk mencukupi kebutuhan lain yang diperlukan warga terdampak.
Baca Juga: Jusuf Kalla Ungkap PMI Bergerak Salurkan Bantuan Pascagempa M 7,7 di NTT
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- wakil bupati sikka
- gempa ntt
- kebutuhan mendesak
- terpal
- pengungsi
- gempa






Komentar (0)