REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Tim SAR Maumere melakukan operasi pencarian dan penyelamatan pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Operasi fokus dilakukan di dua kabupaten.
“Di hari ini kita fokus pencarian di dua kabupaten yakni Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur,” kata Kepala SAR Maumere Fatur Rahman saat dihubungi dari Kupang, Ahad (16/8/2026), ketika ditanya terkait perkembangan pencarian korban gempa yang berpusat di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Baca Juga
Seskab Cek Langsung Kiriman Bantuan Korban Gempa NTT
Tanggap Bencana Gempa Bumi Flores NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak
Pakar ITB Ingatkan Waspada Gempa Susulan di NTT
Pada hari pertama usai melakukan evakuasi korban di Maumere, Kabupaten Sikka, dengan jumlah korban lima orang, pihaknya langsung bertolak ke Mbay melalui jalur laut. “Kami gunakan KN SAR 250 Punta Dewa saat bertolak ke Mbay untuk operasi SAR,” ujar Fatur Rahman.
Pihaknya terus memperluas pencarian dan pertolongan terhadap masyarakat yang terdampak. Sejak pukul 06.00 WITA, lanjutnya, personel bersama alat utama (alut) SAR dikerahkan ke sejumlah titik yang menjadi prioritas operasi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Fathur Rahman mengatakan akses menuju sejumlah wilayah terdampak yang sebelumnya sempat terhambat karena longsor mulai dapat dilalui oleh petugas. “Sehingga untuk hari kedua personel dikerahkan melalui jalur laut dan jalur darat,” ucapnya.
“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur, per pukul 06.00 WITA telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor,” tambahnya.
Dengan terbukanya akses tersebut, kata dia, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan.
Lebih lanjut Fatur mengatakan tim SAR terus melakukan penyisiran dan pendataan di lapangan. Sekaligus memperkuat koordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan seluruh wilayah terdampak dapat terjangkau.
Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sementara hingga pukul 08.30 WITA, tercatat 112 orang terdampak gempa, terdiri atas 48 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka berat maupun luka ringan. Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan dinamis. Proses pendataan serta verifikasi terus dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur potensi SAR di wilayah terdampak.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Komentar (0)