Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan stok obat-obatan untuk penanganan korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mencukupi. Pemerintah juga menyiapkan distribusi obat dari wilayah yang lebih dekat, yakni Bali dan Makassar.
“Obat-obatan, catatan kita masih cukup, sudah dibawa tadi malam sebagian,” kata Budi saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (16/8).
Budi mengatakan, kebutuhan obat-obatan akan dipetakan melalui Health Emergency Operation Center yang telah dibentuk pemerintah. Setelah kebutuhan di masing-masing daerah terdampak teridentifikasi, obat-obatan akan kembali dikirim.
“Nanti kan hari ini mulai bergerak tuh tim Health Emergency Operation Center-nya, kita tahu kebutuhannya apa aja, sehingga bisa dikirim malam ini juga nanti ke sana,” ujarnya.
Pemerintah tidak harus mengirim seluruh bantuan obat dari Jakarta. Budi mengatakan distribusi dapat dilakukan dari wilayah yang lebih dekat dengan NTT, seperti Bali dan Makassar, untuk mempercepat pengiriman.
“Dan ambilnya kan enggak usah dari Jakarta, bisa dari Bali atau Makassar lebih dekat,” kata Budi.
Tenaga Medis DikerahkanSelain itu, Kemenkes juga menyiapkan tenaga kesehatan tambahan untuk daerah terdampak.
Budi mengatakan jumlah tenaga kesehatan yang terdaftar di NTT dinilai cukup. Namun, pemerintah mengantisipasi adanya tenaga kesehatan yang turut terdampak gempa sehingga sejumlah Emergency Medical Team dikirim ke lokasi.
Tim tersebut bertugas memetakan kebutuhan tenaga medis di setiap wilayah. Pemetaan ini diperlukan agar relawan kesehatan yang hendak membantu dapat diarahkan ke lokasi yang memang membutuhkan.
“Karena biasanya kalau gempa seperti ini yang dibutuhkan pertama kali adalah dokter bedah, dokter ortopedi, karena pasti traumanya banyak. Itu seminggu pertama pasti banyak ke sana,” kata Budi.
Budi juga menyebut sejumlah kondisi pasien menjadi perhatian khusus, di antaranya ibu hamil dengan komplikasi, korban patah tulang, serta pasien yang membutuhkan cuci darah.
Gempa 7,7 M Guncang NTTSebelumnya, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8). BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB.
Pusat gempa berada di koordinat 8,41 LS dan 121,39 BT atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG juga sempat mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah, yakni NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan data sementara BNPB per Sabtu (15/8) pukul 18.48 WIB, korban meninggal dunia tercatat di sejumlah wilayah, yakni 24 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.
Petugas hingga kini masih melakukan evakuasi serta memberikan perawatan medis kepada para korban terdampak gempa.






Komentar (0)