REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bintang "KPop Demon Hunters", Ejae, mengungkap pengalaman menegangkan saat tampil di ajang British Academy Film Awards (BAFTA) pada Februari lalu. Perempuan yang menjadi pengisi suara nyanyian Rumi dalam film animasi Netflix tersebut mengaku sempat melakukan sejumlah kesalahan vokal karena terlalu gugup setelah menyadari Leonardo DiCaprio berada tepat di hadapannya.
Dalam wawancara dengan The Times, Ejae mengatakan penampilannya di BAFTA masih menjadi pengalaman yang menghantuinya. la mengaku suaranya sempat pecah ketika mencapai nada-nada tinggi.
Baca Juga
Spotify Resmi Umumkan Label AI untuk Persona Profil dan Musik Buatan AI
30 Tahun Berkarya, Band Ungu Rilis Video Musik Hingga Siapkan Konser di Jakarta
BTS Rilis Video Musik ‘NORMAL’ di Spotify
"BAFTA masih menghantui saya. Saya melakukan kesalahan. Suara saya sedikit pecah pada nada-nada tinggi. Leonardo DiCaprio berada di antara penonton tepat di depan saya dan dia tidak tersenyum," kata Ejae dilansir laman NME, Ahad (16/8/2026).
Menurut Ejae, keberadaan DiCaprio menjadi salah satu faktor yang membuatnya kehilangan konsentrasi. Momen paling mengganggu terjadi ketika ia harus menyanyikan bagian bernada tinggi dalam lagu "Born To Be", salah satu bagian vokal yang paling menantang dalam penampilannya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Itulah yang membuat saya kehilangan fokus. Dia membuat saya sangat gugup," kenang Ejae.
la mengakui tampil di depan deretan selebritas papan atas saja sudah cukup membuatnya tertekan. Namun, situasinya menjadi jauh lebih menegangkan ketika ia mengangkat pandangan dan justru bertatapan langsung dengan aktor pemenang Oscar tersebut.
"Sudah cukup menegangkan berada di depan semua selebritas ini, lalu saya melihat ke atas dan bertatapan langsung dengan Leonardo DiCaprio? Ayolah," kata Ejae.
Terlepas dari kesalahan tersebut, penampilan di BAFTA menjadi bagian darì perjalanan luar biasa Ejae sejak "KPop Demon Hunters" meledak secara global. Dalam film tersebut, Ejae mengisi suara nyanyian untuk karakter utama Rumi, sementara Rei Ami dan Audrey Nuna masing-masing mengisi suara nyanyian untuk Mira dan Zoey. Ketiganya kemudian kerap tampil bersama dalam berbagai kesempatan.
Kesuksesan "KPop Demon Hunters" sendiri telah melampaui ekspektasi. Film animasi tersebut menjadi film animasi orisinal Netflix yang paling banyak ditonton, sebelum kemudian berkembang menjadi salah satu judul terbesar dalam sejarah platform tersebut.
Kesuksesan itu juga melahirkan sejumlah proyek lanjutan. Sekuel "KPop Demon Hunters" dan tur pertunjukan global telah diumumkan, memperluas waralaba yang awalnya hanya berupa film animasi menjadi fenomena budaya yang lebih besar.
Bagi Ejae sendiri, besarnya kesuksesan tersebut masih sulit dipercaya. la mengaku tidak pernah menyangka film yang dikerjakannya akan berkembang sejauh ini.
"Saya tadinya bukan siapa-siapa dan tiba-tiba saya menjadi seseorang," kata dia.
Popularitas film tersebut juga akan diperluas melalui buku resmi "The Art of KPop Demon Hunters". Buku karya Tracey Miller-Zarneke dan Random House Worlds itu dijadwalkan terbit pada 8 September 2026.
Edisi tersebut menghadirkan lebih dari 500 karya seni konsep, gambar proses, desain final, serta komentar dari para penulis, sutradara, seniman, dan animator yang terlibat dalam produksinya.
Untuk edisi Platinum, buku tersebut memiliki tepian halaman dengan efek foil holografis yang terinspirasi dari Honmoon, selubung yang dilindungì HUNTR/X dalam film. Edisi ini juga dilengkapi sampul dengan foil holografis serta kotak buku bergambar konsep Rumi dan Jinu
Sementara itu, bulan ini Audrey Nuna, yang memberikan suara nyanyian untuk Mira, juga kembali merilis "superHuman", singel pertamanya dalam dua tahun terakhir. Lagu tersebut digambarkan sebagai karya yang menangkap perasaan akan penebusan, validasi, dan akhirnya berbalik menjadi lebih baik.
Komentar (0)