Istanbul (ANTARA) - Kepala biro politik Hamas Khalil al-Hayya dijadwalkan tiba di Kairo, Mesir, pada Minggu bersama delegasi senior untuk membahas upaya memperkuat pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Kunjungan tersebut menjadi lawatan pertama al-Hayya ke Mesir sejak mengambil alih kepemimpinan Hamas.
Seorang sumber Hamas mengatakan kepada Anadolu bahwa delegasi yang dipimpin al-Hayya akan tiba di ibu kota Mesir pada Minggu malam untuk menggelar pembicaraan dengan sejumlah pejabat Mesir.
Delegasi tersebut dijadwalkan bertemu Kepala Dinas Intelijen Umum Mesir Hassan Rashad guna membahas sejumlah isu dan perkembangan terkait Palestina, terutama upaya memperkuat kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Sumber tersebut mengatakan delegasi Hamas juga mencakup Kepala Dewan Syura Hamas Mohammed Darwish, Kepala Hamas di luar negeri Khaled Meshaal, Kepala Hamas di Tepi Barat Zaher Jabarin, serta Kepala Kantor Hubungan Arab dan Islam Basem Naim.
Sebelumnya, kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana 15 poin untuk Gaza yang telah disetujui Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dan diterima Hamas. Ia menegaskan bahwa kelompok Palestina tersebut harus dilucuti terlebih dahulu sebelum Israel melakukan penarikan lebih lanjut dari Jalur Gaza.
Sikap itu disampaikan meski peta jalan yang dikeluarkan BoP pada 31 Juli menetapkan pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dilakukan bersamaan secara bertahap.
Peta jalan tersebut juga mencakup pengalihan administrasi Gaza kepada komite teknokrat Palestina, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, serta penempatan senjata di bawah kewenangan komite nasional dengan pengawasan internasional.
Sejak Oktober 2023, perang Israel di Gaza yang didukung Amerika Serikat telah menewaskan sekitar 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Serangan tersebut juga merusak atau menghancurkan hampir 90 persen infrastruktur di Jalur Gaza.
Sumber: Anadolu
Baca juga: RI kecam Israel yang tolak peta jalan pemulihan Jalur Gaza
Baca juga: Palestina desak AS hentikan serangan Israel di Tepi Barat
Kunjungan tersebut menjadi lawatan pertama al-Hayya ke Mesir sejak mengambil alih kepemimpinan Hamas.
Seorang sumber Hamas mengatakan kepada Anadolu bahwa delegasi yang dipimpin al-Hayya akan tiba di ibu kota Mesir pada Minggu malam untuk menggelar pembicaraan dengan sejumlah pejabat Mesir.
Delegasi tersebut dijadwalkan bertemu Kepala Dinas Intelijen Umum Mesir Hassan Rashad guna membahas sejumlah isu dan perkembangan terkait Palestina, terutama upaya memperkuat kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Sumber tersebut mengatakan delegasi Hamas juga mencakup Kepala Dewan Syura Hamas Mohammed Darwish, Kepala Hamas di luar negeri Khaled Meshaal, Kepala Hamas di Tepi Barat Zaher Jabarin, serta Kepala Kantor Hubungan Arab dan Islam Basem Naim.
Sebelumnya, kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana 15 poin untuk Gaza yang telah disetujui Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dan diterima Hamas. Ia menegaskan bahwa kelompok Palestina tersebut harus dilucuti terlebih dahulu sebelum Israel melakukan penarikan lebih lanjut dari Jalur Gaza.
Sikap itu disampaikan meski peta jalan yang dikeluarkan BoP pada 31 Juli menetapkan pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dilakukan bersamaan secara bertahap.
Peta jalan tersebut juga mencakup pengalihan administrasi Gaza kepada komite teknokrat Palestina, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, serta penempatan senjata di bawah kewenangan komite nasional dengan pengawasan internasional.
Sejak Oktober 2023, perang Israel di Gaza yang didukung Amerika Serikat telah menewaskan sekitar 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Serangan tersebut juga merusak atau menghancurkan hampir 90 persen infrastruktur di Jalur Gaza.
Sumber: Anadolu
Baca juga: RI kecam Israel yang tolak peta jalan pemulihan Jalur Gaza
Baca juga: Palestina desak AS hentikan serangan Israel di Tepi Barat






Komentar (0)