Australia Mulai Buyback Senjata Api, Warga Dapat Kompensasi Rp 12,6 Juta

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Negara bagian New South Wales di Australia akan memulai program pembelian kembali (buyback) senjata api pada bulan November. Program ini merupakan bagian dari respons nasional terhadap aksi penembakan yang menewaskan 15 orang di Pantai Bondi, Sydney.

Dilansir Reuters, Minggu (16/8/2026), Perdana Menteri Anthony Albanese memberlakukan undang-undang pada bulan Januari untuk program buyback senjata api, pemeriksaan yang lebih ketat untuk izin senjata api, dan penindakan terhadap kebencian setelah serangan senjata api pada 14 Desember di perayaan Hanukkah di Pantai Bondi di kota terpadat di Australia.

Baca juga: Tantangan Hidup di Australia dengan Beasiswa Saat Biaya Hidup Makin Mahal

Para pelaku penembakan menggunakan senjata api ampuh yang diperoleh secara legal. Australia memiliki rekor 4,1 juta senjata api tahun lalu, kata pemerintah, dengan lebih dari 1,1 juta di antaranya berada di New South Wales, negara bagian terpadatnya.

Program pembelian kembali senjata api ini akan menjadi yang terbesar di Australia sejak kampanye serupa setelah pembantaian tahun 1996 di Port Arthur, Tasmania, di mana seorang pria bersenjata menewaskan 35 orang.

Albanese dan Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa skema tersebut akan dimulai pada 2 November dan bahwa orang-orang yang mengembalikan senapan dan pistol akan berhak menerima kompensasi hingga A$1.000 ($700) atau setara dengan Rp 12,6 juta per senjata api.

"Warga Australia memang patut bangga dengan undang-undang senjata api kita, tetapi faktanya ada lebih banyak senjata api di Australia saat ini daripada pada saat program buyback senjata api Port Arthur," kata Albanese dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Minggu (16/8/2026).

New South Wales sekarang membatasi kepemilikan senjata api oleh individu hingga empat buah berdasarkan reformasi yang dipicu oleh serangan Pantai Bondi, yang menurut polisi dilakukan oleh seorang ayah dan anak yang diyakini polisi terinspirasi oleh kelompok militan ISIS. Tersangka yang selamat, Naveed Akram, 24 tahun, belum memberikan pernyataan atas sejumlah tuduhan, termasuk 15 tuduhan pembunuhan.




(rdp/knv)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ramalan Keuangan Zodiak Minggu Ini, 17-23 Agustus 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
• 4 jam lalu
0
thumb
Istana Pastikan Bakal Selektif Terkait Wacana Kewarganegaraan Ganda
• 13 jam lalu
0
thumb
Menhan Jepang Koizumi Kunjungi Kuil Yasukuni, Tiongkok dan Korsel Mengecam
• 8 jam lalu
0
thumb
Live Streaming Dewata Challenge Series 2026: Sabah FA Vs Persib Bandung
• 16 jam lalu
0
thumb
BNPB Kerahkan Satu Unit Helikopter Pasca Gempa M 7,7 di NTT
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.