JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat menggunakan transportasi umum sebagai salah satu upaya mengurangi polusi udara di Ibu Kota.
Imbauan tersebut disampaikan Pramono ketika kualitas udara Jakarta tercatat berada dalam kategori tidak sehat pada Minggu (16/8/2026) pagi.
"Kita semua harus menjaga dan saya meminta kepada masyarakat sedapat mungkin menggunakan transportasi umum," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu.
Baca juga: Jakarta Hampir 3 Minggu Tak Hujan, Pramono: Kami Mohon Maaf, Awannya Tidak Ada
Berdasarkan data IQAir pukul 06.01 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta mencapai 167 atau masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi polutan PM2.5 tercatat 79 mikrogram per meter kubik.
Pada waktu yang sama, Jakarta berada di peringkat kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Pramono mengatakan, masyarakat perlu turut berperan dalam mengurangi polusi udara, salah satunya dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Baca juga: Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia
Menurut dia, fasilitas transportasi umum di Jakarta saat ini sudah cukup baik sehingga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk bepergian.
"Bahkan 15 golongan kita gratiskan. Sehingga kami berharap itu bisa mengurangi polusi yang ada," jelasnya.
Selain mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum, Pemprov DKI menyiapkan langkah untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi.
Pramono mengatakan, armada transportasi umum, khususnya TransJakarta, akan secara bertahap dialihkan menggunakan kendaraan listrik.
Baca juga: Cuaca Jakarta Hari Ini, Berawan Seharian hingga Malam
"Hampir semua transportasi umum, terutama untuk TransJakarta, pelan-pelan akan kami rubah menjadi mobil listrik semuanya nanti pada tahun 2029," ujar Pramono.
Menurut dia, penggunaan kendaraan listrik pada transportasi umum diharapkan turut membantu mengurangi polusi udara di Jakarta.
Sebelumnya, Pramono mengatakan kondisi cuaca turut memengaruhi persoalan polusi udara di Jakarta. Ibu Kota disebut sudah hampir tiga minggu tidak mengalami hujan.
Baca juga: ASN DKI Ketahuan Akali Aturan Rabu Naik Transportasi Umum, Parkir Mobil di IRTI Monas
Ia menyebut, Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah berulang kali mencoba untuk melakukan modifikasi cuaca, tetapi terkendala ketiadaan awan untuk proses tersebut.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov DKI telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sebagai informasi, Kompas.com telah berupaya menghubungi Humas BMKG terkait kondisi polusi udara yang disebut berada dalam kategori tidak sehat. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada informasi yang diperoleh.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT






Komentar (0)