JK Ungkap Pemicu Kericuhan di Peringatan Hari Damai Aceh

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
JK Ungkap Pemicu Kericuhan di Peringatan Hari Damai AcehNasional | sindonews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:34

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) buka suara merespons kericuhan yang terjadi saat peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Dia mengatakan, kericuhan tersebut bukan merupakan aksi yang ditujukan kepada pemerintah pusat.

JK menambahkan, peristiwa yang diwarnai pengibaran bendera Bulan Bintang tersebut lebih dipicu ketidakpuasan internal di kalangan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ia menyebut tuntutan yang muncul dalam aksi tersebut tidak mengarah kepada pemerintah pusat.

"Ini hanya ada ketidaksenangan kelompok internal. Jadi menujunya bukan ke pusat ini tuntutan, tapi menujunya adanya suatu perbaikan-perbaikan internal di Aceh itu," kata JK di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga:Profil Rudi Setiawan, Lulusan Akpol 1993 yang Dilantik sebagai Irjen Kementerian Imipas

Baca juga: Kementan dan Pemerintah Aceh Bersinergi Percepat Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana

JK menjelaskan peringatan Hari Damai Aceh awalnya berlangsung dalam bentuk doa dan zikir untuk mengenang 21 tahun penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005. Namun, situasi memanas setelah muncul aksi pengibaran bendera GAM yang kemudian memicu bentrokan dengan aparat keamanan.

Kendati demikian, JK menilai kericuhan tersebut tidak mencerminkan keinginan masyarakat Aceh secara umum. Menurutnya, masyarakat Aceh telah merasakan manfaat perdamaian selama lebih dari dua dekade terakhir.

"Nah sehingga menimbulkan justru bukan mendemo pemerintah pusat, tidak. Dia mendemo antarpimpinan eks GAM di sana," kata JK.

JK juga mengungkapkan perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama 21 tahun tidak sedang terancam. Selama periode tersebut, kata dia, berbagai pemilihan kepala daerah berlangsung aman tanpa gangguan berarti.

"Pertama perdamaiannya sudah 21 tahun, sudah sangat sudah sangat dan sudah empat kali pemilihan gubernur tidak ada masalah," katanya.JK menilai pengibaran bendera Bulan Bintang lebih merupakan simbol ketidakpuasan sebagian kelompok daripada upaya menghidupkan kembali konflik di Aceh. "Saya kira tidak. Seluruh masyarakat termasuk eks GAM sudah menikmati kedamaian," ucapnya.

Baca Juga:Sikapi Sidang Praperadilan Roy Suryo, Rismon: Dugaan Rekayasa Digital Bisa Dibuktikan Tanpa Saksi Mata

Ia pun membantah anggapan yang mengaitkan kericuhan di Aceh dengan isu adanya potensi kerusuhan yang sempat beredar di media sosial menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI. "Tidak, tidak ada hubungannya itu isu di Jakarta itu, isu di daerah berbeda," kata JK.

JK berharap para pemimpin Aceh dapat segera meredam situasi dan menyelesaikan persoalan yang menjadi sumber ketidakpuasan di daerah tersebut agar perdamaian yang telah terjaga selama dua dekade lebih tetap terpelihara.

"Kalau masalah sekali lagi masalah Banda Aceh, ini lebih banyak unsur perbedaan pendapat internal sehingga kita harapkan mereka mempunyai pandangan mengikuti langkah-langkah pemimpin Gubernur, Wali Nanggroe, mudah-mudahan Gubernur dan Wali Nanggroe segera kembali ke Banda Aceh untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut," pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Islam Makhachev Terlibat Adu Mulut dengan Ian Machado Garry Jelang UFC 330
• 2 jam lalu
0
thumb
Serangan Houthi Hantam Pelabuhan Mokha Yaman, 1 Orang Tewas dan 8 Terluka
• 21 jam lalu
0
thumb
Gempa M 7,7 Guncang NTT, Kementerian PU Prioritaskan Pemulihan Air Bersih dan Infrastruktur
• 10 jam lalu
0
thumb
Gempa M7 Guncang NTT, BMKG Update Peringatan Dini Tsunami
• 23 jam lalu
0
thumb
Jaringan Listrik Adalah Jalan Tol Baru Indonesia
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.