Meulaboh: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menyebut dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 yang mengguncang kawasan Simalungun, Sumatra Utara, pada Sabtu sore, 15 Agustus 2026 belum ditemukan adanya kerusakan bangunan di daerahnya.
"Meski memicu kepanikan warga akibat gempa bumi, sejauh ini belum kita temukan kerusakan terhadap bangunan milik masyarakat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal, dilansir Antara, Minggu, 16 Agustus 2026.
Baca Juga :
Masih Trauma Gempa, Warga Nagekeo Mengungsi di PerbukitanPada tingkat intensitas ini, getaran dirasakan oleh hampir seluruh penduduk dan berpotensi membangunkan warga yang sedang tidur.
"Berdasarkan laporan monitoring di lapangan hingga Sabtu malam, sampai saat ini belum ada laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa di Kabupaten Aceh Barat," jelasnya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada koordinat 2.97 LU dan 98.95 BT, tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km arah Timur Simalungun, Sumatera Utara, dengan kedalaman hiposenter 163 km.
Bangunan runtuh usai gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Dokumentasi/ BNPB.
Teuku Ronal juga mengimbau masyarakat Kabupaten Aceh Barat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BPBD Aceh Barat terus menyiagakan personel untuk memantau situasi pascagempa di seluruh kecamatan.





Komentar (0)