Warga Swiss dilarang cuci mobil, siram taman akibat kekeringan akut

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Moskow (ANTARA) - Sejumlah pemerintah daerah di Swiss menetapkan langkah penghematan air di tengah kekeringan dan panas ekstrem, sehingga masyarakat dilarang mencuci mobil, menyiram taman, serta mengambil air dari sungai untuk petani.

Pekan lalu, dinas cuaca nasional MeteoSuisse menyatakan peringatan kekeringan tertinggi, pada tingkat empat, untuk seluruh wilayah Swiss. Karena itu, hampir seluruh 26 wilayah kanton Swiss menetapkan pembatasan penggunaan air.

Menurut laporan harian Blick, Jumat, otoritas Kanton Aargau, yang berbatasan dengan Jerman, melarang warga menyiram taman, mengisi kolam renang, dan mencuci kendaraan.

Pemerintah setempat juga melarang petani mengambil air dari sungai, sehingga menimbulkan masalah serius bagi petani yang mengeluhkan terjadinya situasi kritis. Langkah serupa juga ditetapkan pemerintah Kanton Basel.

Baca juga: Kekeringan dorong level air sungai Swiss ke titik terendah

Sementara itu, tingkat air di Danau Zurich menurun secara signifikan. Kekeringan panjang juga berdampak pada tingkat air di Danau Constance serta Sungai Rhein Hilir.

Sejumlah perusahaan pelayaran terpaksa membatalkan layanan di sejumlah rute, kata laporan Blick.

Masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan di Swiss tengah, seperti di Gunung Pilatus di dekat Kota Lucerne, terpaksa mengandalkan pasokan air minum dari mobil tanker atau traktor karena mengeringnya sumber mata air setempat.

Pemerintah Kota Solothurn juga melarang petani mengambil air dari sungai "hingga waktu yang belum ditentukan," kata Blick.

Diketahui, Eropa sedang menghadapi periode terpanasnya dalam beberapa tahun terakhir, dengan Spanyol, Portugal, Prancis, Italia, dan Yunani terdampak paling parah.

Pada 16 Juli, Presiden Emmanuel Macron mengatakan Prancis menghadapi jumlah kebakaran hutan tertinggi sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Baca juga: Sejumlah wilayah Eropa dilanda karhutla akibat cuaca panas nan kering

Baca juga: Potret gelombang panas dan karhutla di Eropa


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengenal Transjakarta Laut di Kepulauan Seribu: Kapal Berjadwal hingga Terhubung Mikrotrans
• 5 jam lalu
0
thumb
Polisi Update Hasil Ekshumasi Jasad Sutrimo Diperkirakan Keluar 2-3 Minggu
• 18 jam lalu
0
thumb
Ramalan Keuangan Weton Minggu Legi 16 Agustus 2026, Apakah Banjir Peluang Cuan?
• 14 jam lalu
0
thumb
Spill Jadwal dan Syarat Daftar STMKG 2026: Siap-siap Tembus Jadi Taruna BMKG
• 22 jam lalu
0
thumb
Gempa M6,2 Guncang Parigi Moutong, BPBD Belum Temukan Kerusakan Rumah Warga
• 57 menit lalu
0
Berhasil disimpan.