Surati Kejari Solo, Pelapor Bongkar Misteri Dana Baliho Jokowi

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kuasa hukum pelapor, Muhammad Arnas, mengungkapkan pihaknya telah melayangkan surat resmi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo pada Jumat (14/8/2026). Surat tersebut menanyakan perkembangan laporan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pemasangan baliho ucapan ulang tahun ke-65 Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Laporan awal diajukan oleh elemen masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil (Budi Kuswanto dan Tri Sapto) pada Jumat, 3 Juli 2026. Namun hingga kini, menurut Arnas, belum ada tindak lanjut berarti dari kejaksaan.

"Jadi dari pelapor kemarin ngomong ke kami untuk bersurat untuk menanyakan kepada kejaksaan perkara ini sampai di mana," ujar Arnas kepada awak media, dikutip Minggu (16/8).

Menurut Arnas, laporan itu menyoroti pemasangan tujuh baliho ucapan ulang tahun Jokowi oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi. Ia menilai, meski pelapor sudah diperiksa, hingga kini belum ada tindak lanjut berarti dari kejaksaan.

"Ya, seharusnya tetap ada panggilan kepada yang kita laporkan, terlapor untuk ditanyakan terkait adanya laporan masyarakat ini. Tapi kan sampai hari ini tidak ada panggilan," ujarnya.

Pelapor mendesak agar Kejari Solo membuka informasi secara transparan kepada publik, termasuk soal apakah Wali Kota sudah dimintai klarifikasi.

"Ya, paling tidak ada perkembangan, emang apakah sudah dipanggil Wali Kotanya, Pak Wali Kota sudah ditanyakan, jawabannya apa kan sampai hari ini belum ada, dan seharusnya dibuka secara umum lah disampaikan kepada masyarakat," ucapnya.

Baca Juga: Absen di Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Saya Tidak Mangkir, Kita Semua Berjuang...

Isu utama yang dipertanyakan adalah sumber dana pemasangan baliho. Arnas menekankan perlunya kejelasan apakah baliho tersebut dibiayai dari dana pribadi atau menggunakan kas daerah, mengingat baliho dipasang di papan reklame milik Pemkot Solo dan memuat logo resmi pemerintah.

"Kalaupun pribadi kami enggak masalah, mungkin ada diskon 50 persen atau apa, monggolah, tapi kan hanya pribadi. Tapi kalau itu menggunakan dana negara, kan ya anggarannya dari mana, harus diperjelas gitu," tandasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bulog Salurkan 10 Ton Beras dan 1.000 Liter Minyak ke NTT
• 40 menit lalu
0
thumb
Vaksinasi Rabies Gratis di Yogyakarta September 2026, Daftar Sekarang!
• 20 jam lalu
0
thumb
Mbak Wali Kukuhkan Paskibraka Kota Kediri 2026, Siap Jalankan Tugas Kehormatan HUT ke-81 RI
• 3 jam lalu
0
thumb
Kemenpar Evakuasi Tamu Hotel Labuan Bajo dan 986 Wisatawan di Pulau Padar Usai Gempa M7,7 NTT
• 10 jam lalu
0
thumb
BRI Peduli Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Bencana Gempa Bumi Flores NTT
• 35 menit lalu
0
Berhasil disimpan.