KOMPAS.TV – Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur dan sejumlah daerah pada Sabtu pagi (15/8/2026). Gempa tersebut memicu peringatan dini tsunami dan menyebabkan kerusakan pada bangunan, jalan, jembatan, serta rumah warga.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 48 orang meninggal dunia akibat gempa. Ribuan warga juga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sejumlah rumah mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan, sementara beberapa titik jalan tertutup akibat longsor.
Warga, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, sempat mencari tempat yang dianggap aman setelah melihat air laut surut. Hingga pukul 13.00 WIB, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi menyebut empat orang meninggal dunia di wilayahnya dan korban luka masih mendapat penanganan.
BMKG mencatat 135 kali gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,7. Peringatan dini tsunami telah berakhir, tetapi warga tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Perkembangan penanganan gempa dibahas bersama Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, serta warga Nagekeo, NTT, Cosmas Damianus.
#gempa #ntt #gempantt #bnpb #bmkg #tsunami
Baca Juga: Gempa NTT, Polisi dan Warga Evakuasi Ibu Hendak Melahirkan dengan Kursi Plastik | KOMPAS MALAM
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- gempa
- ntt
- gempantt
- bnpb
- bmkg
- tsunami






Komentar (0)