Mengajarkan anak minum menggunakan cangkir bukan hanya soal mengurangi penggunaan botol. Si kecil juga perlu belajar keterampilan baru secara bertahap, mulai dari mengenal cangkir hingga mampu minum langsung dari cangkir terbuka.
Menurut Dokter Spesialis Anak RSPI-Pondok Indah, dr. Radhian Armandito, Sp.A, jenis cangkir yang digunakan dapat disesuaikan dengan perkembangan usia anak.
Berikut tahapan yang bisa menjadi panduan orang tua:
1. Usia 6–9 Bulan: Cangkir Cerat Lembut
Pada tahap awal, orang tua bisa memperkenalkan soft spout cup atau cangkir dengan cerat lembut.
Jenis cangkir ini dapat membantu bayi mulai mengenal sensasi minum dari wadah selain botol. Karena kemampuan koordinasi tangan dan mulut bayi masih berkembang, orang tua mungkin masih perlu membantu memegang cangkir.
2. Usia 9–12 Bulan: Cangkir Sedotan
Memasuki usia 9–12 bulan, anak dapat mulai diperkenalkan dengan straw cup atau cangkir sedotan.
Minum menggunakan sedotan juga membutuhkan koordinasi antara mulut, lidah, dan kemampuan mengisap. Pada awalnya, anak mungkin masih perlu waktu untuk memahami cara menggunakannya.
3. Usia 12–18 Bulan: Cangkir 360°
Dalam acara launching Phanpy eksklusif di mothercare, dr. Radhian juga memaparkan kalau anak usia 12–18 bulan, anak dapat dikenalkan dengan 360° cup. Cangkir ini memungkinkan anak belajar minum dari berbagai sisi tanpa harus menggunakan cerat atau sedotan.
Meski begitu, kemampuan setiap anak dapat berbeda sehingga orang tua tidak perlu memaksakan perpindahan jenis cangkir jika Si Kecil masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
4. Usia 18 Bulan ke Atas: Cangkir Terbuka
Setelah memasuki usia 18 bulan, anak dapat mulai berlatih menggunakan open cup atau cangkir terbuka.
Cangkir terbuka membantu anak belajar keterampilan minum yang lebih mandiri. Pada tahap awal, pilih cangkir berukuran kecil dan berikan sedikit cairan agar lebih mudah dikendalikan.
Ada beberapa pilihan cangkir terbuka yang dapat digunakan:-Cangkir terbuka kecil, misalnya seperti cangkir obat. Cangkir ini dapat menampung sedikit cairan, tetapi mungkin lebih sulit dipegang dengan kedua tangan.
-Cangkir latihan terbuka, yaitu cangkir terbuka dengan dua pegangan sehingga lebih mudah digenggam anak.
-Cangkir tertutup, seperti feeding cup, sippy cup, straw cup, maupun botol dengan tutup tarik-dorong. Jenis ini dapat menjadi pilihan ketika orang tua ingin mengurangi risiko cairan tumpah. Pada awal penggunaannya, bayi mungkin masih membutuhkan bantuan untuk membuka tutup cangkir.






Komentar (0)