Pulihkan Wilayah Terdampak Abrasi, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Tanam Mangrove

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Riau, tvOnenews.com - Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau melakukan misi kemanusiaan serta pemulihan lingkungan di kawasan terdampak abrasi kawasan Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir.

Kegiatan tersebut turut menyerahkan bantuan sembako Ekspedisi Merah Putih Presisi serta penandatanganan komitmen menjaga pesisir Riau dan penanaman mangrove.

Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan mengatakan Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan ikhtiar negara hadir hingga ke wilayah pesisir termasuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Kita ingin masyarakat yang berada jauh di pesisir juga merasakan kehadiran negara. Kita datang membawa kepedulian sekaligus bergerak bersama mencari solusi,” kata Herry, Sabtu (15/8/2026).

Herry menjelaskan abrasi bukan hanya persoalan lingkungan tetapi juga menyangkut ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat.

“Ketika pesisir tergerus, yang kita pertaruhkan bukan hanya tanah. Ada kebun masyarakat, sumber penghidupan dan masa depan generasi berikutnya. Menjaga mangrove berarti menjaga masyarakat yang hidup di belakangnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Jumhur Hidayat turut mengikuti kegiatan tersebut.

Ia menyebut pemulihan lingkungan di Kuala Selat sejalan dengan semangat Ekspedisi Merah Putih Presisi yang turut didorong Kapolri. 

“Ekspedisi Merah Putih Presisi yang juga dipromosikan oleh Kapolri itu adalah dengan cara memulihkan lingkungan. Daerah di sini memang sangat membutuhkan sentuhan pemulihan lingkungan yang luar biasa besar,” katanya.

Jumhur menyatakan komitmen untuk memastikan rehabilitasi mangrove dilakukan dalam skala besar.

Ia menekankan komitmen pihaknya mendorong penanaman mangrove seluas 500 hektare di kawasan terdampak abrasi dengan harapan dapat diperluas hingga 1.000 hektare.

“Saya berkomitmen untuk ikut memastikan penanaman mangrove 500 hektare di tempat yang terabrasi. Mudah-mudahan bisa terpenuhi 1.000 hektare untuk ditanam di wilayah ini sebagai bagian dari pemulihan lingkungan sekaligus pemulihan sosial ekonomi,” ujarnya.

Jumhur memaparkan program tersebut juga akan menciptakan green jobs bagi masyarakat. 

Menurutnya pemulihan tidak berhenti pada penanaman, tetapi mencakup pembibitan hingga pemeliharaan mangrove selama tiga tahun.

“Jadi bukan sekadar menanam lalu ditinggalkan. Mulai dari pembibitan, penanaman sampai pemeliharaan itu teranggarkan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan honor untuk pemeliharaan selama tiga tahun,” kata Jumhur.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BNPB Ungkap Bahaya yang Masih Mengintai Usai Gempa NTT
• 14 jam lalu
0
thumb
Tangis Haru Gladys Video Call Orang Tua Usai Dikukuhkan Jadi Paskibraka
• 1 jam lalu
0
thumb
BNPB: Terjadi Beberapa Gempa Susulan di NTT Usai Guncangan Utama M 7,7
• 15 jam lalu
0
thumb
Direktur Bayern Muenchen yakin Saibari bisa langsung cocok dengan tim
• 20 jam lalu
0
thumb
DPR Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas bagi Talenta Indonesia di Luar Negeri
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.