Perawatan Ruang Publik dan Kapal Nelayan Dorong Aktivitas Ekonomi Lokal

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Perawatan ruang publik dan sarana penunjang aktivitas masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi di daerah. Salah satunya dilakukan melalui pengecatan dan perlindungan terhadap landmark kota hingga kapal nelayan.

Memasuki satu dekade pelaksanaan Program CSR Merah Putih, kegiatan tersebut kembali digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, program menyasar 4.800 kapal nelayan dan 200 gapura ikonis di berbagai daerah. Program yang telah berjalan sejak 2016 tersebut menjadi bagian dari inisiatif CSR Colouring Lives dengan melibatkan pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat.

General Manager (TU Division) Nippon Paint Indonesia Mark Liew mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengecatan, tetapi juga upaya menjaga ruang publik dan sarana yang digunakan masyarakat.

"Bagi kami, semangat Merah Putih bukan hanya diwujudkan melalui warna, tetapi juga melalui aksi nyata yang dikerjakan bersama untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Mark, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2026.
  Landmark kota ikut diperbarui
Salah satu lokasi yang menjadi bagian dari program tahun ini adalah Lawang Suryakancana di Kota Bogor. Landmark tersebut dipilih sebagai salah satu representasi pelaksanaan Program Gapura Ikonis Merah Putih secara nasional.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurut dia, Lawang Suryakancana merupakan salah satu ikon Kota Bogor sekaligus pintu masuk menuju kawasan kuliner yang dikenal masyarakat.
 

Baca Juga :

Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Dorong Perekonomian di Berbagai Daerah



Kapal nelayan topang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Foto: dok Nippon Paint.


"Kami mengapresiasi kontribusi Nippon Paint dalam mendukung beautifikasi kawasan ini melalui program CSR. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan semakin mendorong kepedulian bersama untuk menjaga warisan budaya serta ruang publik Kota Bogor," ujar dia.

Dalam pengecatan Lawang Suryakancana dan sejumlah gapura ikonis lainnya, digunakan cat dengan warna Merah Merdeka 1945 dan Brilliant White 1001 yang disesuaikan dengan standar warna Bendera Indonesia. Selain Lawang Suryakancana, sejumlah landmark di Kota Bogor sebelumnya juga telah mendapatkan dukungan serupa, termasuk Lawang Salapan dan Jembatan Otista.
  4.800 kapal nelayan ikut dicat
Program tersebut juga menyasar masyarakat pesisir melalui pengecatan 4.800 kapal nelayan, salah satunya bersama Paguyuban Nelayan Putra Sang Fajar di Cilacap, Jawa Tengah.

Kapal nelayan menjadi salah satu sarana penting dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, perawatan kapal turut menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan sarana melaut.

Dalam program tersebut, kapal nelayan mendapatkan pengecatan sekaligus perlindungan terhadap paparan cuaca, teritip, dan organisme laut. Perawatan tersebut diharapkan membantu menjaga kondisi kapal sehingga tetap dapat digunakan untuk aktivitas melaut.

Mark mengatakan program yang telah memasuki satu dekade tersebut akan terus diarahkan pada kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat yang telah berkolaborasi dalam program ini. Mari bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan ruang publik agar tetap menjadi kebanggaan kita bersama," kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rayakan Kemerdekaan di Fatmawati City Center Dengan Penawaran 17-8-45
• 6 jam lalu
0
thumb
Membedah Kawan dan Lawan Prabowo dalam Pidato di Sidang MPR 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
Tanpa 14 Pemain, Persib Bandung Janji Tampil Maksimal Hadapi Sabah FC di Dewata Challenge
• 13 jam lalu
0
thumb
Gempa NTT M7,7, Polri Siapkan SAR Brimob dan Tim Kesehatan
• 3 jam lalu
0
thumb
Aturan Baru Trump Pangkas Vaksin Rekomendasi buat Anak: Dari 18 Jadi 11
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.