Massa Bentrok dengan Aparat Saat Hari Damai Aceh, Begini Kronologinya

wartaekonomi.co.id
18 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peringatan Hari Damai Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berujung kericuhan pada Sabtu (15/8/2026). Massa dari sejumlah elemen masyarakat terlibat bentrokan dengan aparat gabungan TNI dan Polri.

Kericuhan terjadi setelah massa hendak memasang bendera bintang bulan di salah satu tiang dalam kompleks masjid. Aparat TNI yang berjaga kemudian melarang pemasangan bendera tersebut.

Mengutip Serambi, larangan tersebut diikuti sejumlah tembakan peringatan yang dilepaskan ke udara. Suara tembakan membuat massa yang berada di halaman masjid spontan tiarap.

Situasi kemudian memanas setelah sebagian massa meluapkan kemarahan kepada aparat TNI. Massa lalu mengejar personel TNI yang berada di sekitar kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Pengejaran berlangsung hingga kawasan depan Gedung DPRK Banda Aceh. Sebagian massa lainnya bergerak menuju kawasan lampu Simpang Kodim.

Dalam situasi tersebut, massa melemparkan batu dan sejumlah benda ke arah aparat. Petugas kemudian merespons dengan tembakan ke udara dan penggunaan gas air mata.

Bentrokan akhirnya mulai mereda setelah personel TNI menjauh dari kejaran massa. Namun, massa masih bertahan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman untuk menyampaikan protes.

Kericuhan tersebut juga menyebabkan sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar masjid mengalami kerusakan. Massa juga dilaporkan membakar satu unit sepeda motor milik aparat TNI yang berada di area masjid.

Baca Juga: Adu Tafsir Alat Bukti Ijazah Jokowi Berujung Ricuh, Roy Suryo dan Halim Darmawan Nyaris Baku Hantam di TV

Sejumlah selongsong peluru ditemukan berserakan di jalan sekitar lokasi setelah aparat melepaskan tembakan peringatan. Sementara itu, seorang peserta aksi dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka pada bagian kepala.

Kericuhan tersebut bermula dari persoalan pemasangan bendera bintang bulan. Bendera tersebut menjadi simbol yang digunakan dalam konteks sejarah Gerakan Aceh Merdeka dan memiliki sensitivitas tersendiri dalam dinamika politik serta keamanan Aceh.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lagi-lagi 2 Pemain Timnas Indonesia Pukau Eropa! Justin Hubner dan Ole Romeny Starter, Bawa Fortuna Sittard Terus Unbeaten
• 8 jam lalu
0
thumb
Gempa NTT Jadi Sorotan! Prabowo Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak
• 21 jam lalu
0
thumb
Polda NTT dan Jajaran Kerahkan 845 Personel ke Wilayah Terdampak Gempa Flores
• 17 jam lalu
0
thumb
Pemeran "Seni Merayu Tuhan" Ari Irham tak percaya kebaikan instan
• 3 jam lalu
0
thumb
Istana Wapres IKN Dibuka untuk Publik 15-17 Agustus
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.