JAKARTA, DISWAY.ID - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,0 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur berdampak pada kehidupan masyarakat dan aktivitas pelayanan keagamaan serta pendidikan Katolik di sejumlah wilayah.
Plt. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik A.M. Adiyarto Sumardjono, mengatakan, pihaknya tengah melakukan identifikasi kebutuhan umat untuk segera ditindaklanjuti.
Menurutnya, dalam situasi bencana, kehadiran pemerintah harus diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin berhenti pada rasa prihatin. Ditjen Bimas Katolik hadir untuk bergerak bersama umat, memastikan kebutuhan di lapangan terdata, dan menyiapkan dukungan yang diperlukan untuk proses pemulihan, dan saat ini sedang menyiapkan bantuan sarana prasana yang akan disalurkan kepada gereja maupun satuan pendidikan kegamaan Katolik yang terdampak,” ujar A.M. Adiyarto Sumardjono di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.
BACA JUGA:Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT, Update 38 Orang Meninggal
Plt. Dirjen menegaskan, sebagai langkah awal, Ditjen Bimas Katolik melakukan koordinasi dengan jajaran Kementerian Agama di daerah, keuskupan, paroki, serta pengelola satuan pendidikan keagamaan Katolik untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi umat, fasilitas gereja, dan sekolah yang terdampak.
Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan bentuk dukungan dan bantuan yang akan diberikan, terutama bagi sarana dan prasarana gereja Katolik serta satuan pendidikan keagamaan Katolik yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Dukungan diharapkan dapat mempercepat pemulihan fasilitas pelayanan. Dengan begitu, umat dapat kembali menjalankan kegiatan peribadatan dan pelayanan keagamaan. Peserta didik dan pendidik juga dapat kembali melaksanakan proses pembelajaran dalam lingkungan yang aman dan layak.
“Setiap informasi dari lapangan akan menjadi dasar bagi kami untuk menentukan langkah berikutnya. Kami ingin bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan umat dan satuan pendidikan yang terdampak,” ungkap A.M. Adiyarto Sumardjono.
BACA JUGA:BMKG Bersama Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Kolaborasi untuk Percepat Pemulihan Gempa NTT
Lebih lanjut A.M. Adiyarto Sumardjono menyampaikan Ditjen Bimas Katolik memastikan proses pemulihan dilakukan melalui koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak.
Pemerintah, Gereja, masyarakat, serta pemangku kepentingan di daerah perlu bergerak bersama agar pemulihan tidak berhenti pada perbaikan fisik, tetapi juga memastikan pelayanan keagamaan dan pendidikan Katolik tetap berjalan.
"Bagi kami, pemulihan bukan sekadar memperbaiki bangunan. Di balik gereja yang kembali digunakan dan sekolah yang kembali berfungsi, ada harapan umat yang harus kita pulihkan bersama," lanjutnya.
A.M. Adiyarto Sumardjono menegaskan, melalui semangat “bahu membahu, pulihkan harapan”, Ditjen Bimas Katolik berkomitmen untuk terus hadir dan mengambil langkah nyata bersama umat terdampak. Pendataan, koordinasi, penyaluran dukungan, hingga pemulihan sarana pelayanan dan pendidikan akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.






Komentar (0)