BMKG Sebut Gempa Susulan di NTT Bisa Berlangsung hingga Tiga Pekan

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG meramalkan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur masih berpotensi digempur gempa susulan hingga pekan pertama September 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathan mencatat, ada 235 aktivitas gempa bumi hingga pukul 14.00 WITA di utara Pulau Flores. Seluruh guncangan tersebut terjadi setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 menghantam Nusa Cendana pukul 14.58 WITA hari ini.

"Sampai sekarang, belum ada peluruhan gempa. Umumnya, peluruhan gempa akan terjadi dua sampai tiga pekan ke depan seperti yang terjadi pada gempa di Maluku Utara baru-baru ini," kata Faisal dalam konferensi pers virtual, Sabtu (15/8).

Gempa yang dimaksud Faisal terjadi pada April 2026 dengan kekuatan Magnitudo 7,6. Guncangan tersebut tercatat merusak 190 rumah dan membuat 350 orang harus mengungsi.

Faisal mencatat, pusat gempa di Pulau Flores saat ini merupakan episentrum yang sama dengan gempa pada 1992. Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,5 yang akhirnya menyebabkan tsunami lantaran memiliki kedalaman 28 kilometer.

Adapun gempa di Pulau Flores pada hari ini, Sabtu (15/8) memiliki ke dalaman 10 kilometer.  Peringatan tsunami akibat gempa hanya berlangsung sekitar 2,5 jam hingga pukul 07.00 WITA.

Walau demikian, Faisal mengimbau masyarakat di kawasan terdampak untuk menjauhi bangunan yang tampak retak. Gempa susulan yang diperkirakan masih berlangsung sepanjang bulan ini berpotensi meningkatkan kerusakan bangunan tersebut.

Karena itu, Faisal berencana untuk menganalisis bangunan-bangunan terdampak untuk menentukan apakah bangunan di kawasan terdampak masih bisa digunakan atau tidak. Analisis tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat sebelum proses pemulihan dilakukan.

"Kami khawatir dengan adanya gempa berkekuatan rendah bisa memperparah kerusakan bangunan terdampak saat ini," ujarnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto mengatakan, mayoritas bangunan yang rusak akibat gempa tersebut adalah rumah warga. Namun Suharyanto menyampaikan beberapa infrastruktur kunci terdampak dari bencana alam tersebut, seperti bandara, pelabuhan, rumah sakit, puskesmas, dan jalan utama.

Gempa tersebut membuat beberapa jalan utama di Kabupaten Ende dan Kota Bajawa tertutup longsor. Alhasil, pemerintah menemukan akses ke dua kawasan tersebut masih terputus.

"Jalan-jalan yang terkena longsor itu sudah ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Apakah pembersihan jalan sudah selesai atau belum, saya akan sampaikan setelah tiba di sana besok," katanya.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan juga mendata lima dari 15 bandara di Pulau Flores terdampak. Namun seluruh bandara terdampak tersebut masih dapat digunakan oleh maskapai lantaran dampak tersebut tidak merusak landasan pacu dan hanya terjadi pada bangunan terminal.

Sementara itu, dua dari tujuh pelabuhan di Pulau Flores tercatat terdampak, yakni Pelabuhan Ende dan Pelabuhan Maumere. Namun Kemenko PMK tidak menjelaskan lebih lanjut apakah kedua pelabuhan tersebut masih bisa melayani logistik laut atau tidak.

"Besok kami akan bisa memberikan informasi yang lebih rinci dan jelas," katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Danamon Hadirkan Promo Semarak HUT ke-81 RI, Diskon hingga Rp181 Ribu dan Bunga 0,81 Persen
• 13 jam lalu
0
thumb
Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa M7,7 NTT
• 7 jam lalu
0
thumb
PURANA 17 Renjana Perca: Ketika Fashion Jadi Ruang Penyokong Ekonomi Sirkular
• 7 jam lalu
0
thumb
Telkomsel-XLSmart-Indosat Gangguan, 200 BTS Terdampak Gempa NTT
• 13 jam lalu
0
thumb
SBY Tak Hadiri HUT ke-81 RI di Istana, Mensesneg Ungkap Alasannya
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.