Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah tengah menyiapkan konsep layanan "dokter terbang" untuk mempercepat akses kesehatan masyarakat di wilayah terpencil.
Prasetyo menjelaskan, dokter terbang dirancang sebagai unit reaksi cepat kesehatan yang menggunakan moda transportasi udara, khususnya untuk menjangkau daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.
"Kira-kira konsepnya sebenarnya mirip dengan yang dokter keliling atau mobile dentist car tadi. Nah, kenapa kemudian muncul juga ide mengenai dokter terbang, istilah terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia, memang negara kita sangat luas, jangkauan fasilitasnya belum merata," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Prasetyo, gagasan tersebut muncul karena pemerintah masih menghadapi tantangan dalam memperpendek jarak dan waktu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Pemerintah, kata dia, tidak hanya mengandalkan konsep dokter terbang, tetapi juga tengah mempercepat perbaikan fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit umum daerah (RSUD).
"Di banyak negara memang juga tidak kemudian sudah menyeluruh ya, di beberapa negara di beberapa wilayah itu juga menerapkan hal yang sama untuk unit reaksi cepat kesehatan itu juga ada yang berbasis helikopter," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Siapkan Ambulans Udara dan Dokter Terbang untuk Daerah Terpencil
Layanan tersebut nantinya ditujukan secara khusus untuk wilayah yang membutuhkan respons kesehatan lebih cepat. Prasetyo menekankan, penggunaan moda transportasi udara tidak berarti setiap desa atau kelurahan akan memiliki fasilitas transportasi udara.
"Itu untuk melakukan penanganan dengan jauh lebih cepat khusus di daerah-daerah yang terpencil. Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya, kan tidak selalu seperti itu," katanya.
Terkait waktu pelaksanaan, Prasetyo mengatakan konsep dokter terbang saat ini sudah masuk dalam tahap pengerjaan pemerintah. Namun, ia belum menyebutkan jadwal pasti kapan layanan tersebut mulai beroperasi.
"Ini semua sedang dikerjakan," tegasnya.
Selain infrastruktur dan layanan kesehatan bergerak, pemerintah juga mempercepat pencetakan tenaga dokter dengan menambah kapasitas pendidikan kedokteran. Sejumlah fakultas kedokteran disebut telah mulai mempercepat proses pendidikan sekaligus menambah kuota penerimaan mahasiswa calon dokter.






Komentar (0)