JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, logistik untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengalami kekurangan.
“Logistik awal bagi masyarakat terdampak, logistik dasar, makan, minum, air bersih, tenda, tempat berlindung, genset dan lain sebagainya, tentu saja kondisi di lapangan masih kurang,” kata Suharyanto, dalam jumpa pers secara daring, Sabtu (15/8/2026).
Kendati demikian, Suharyanto memastikan bahwa pemerintah akan terus mendorong percepatan penanganan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
Baca juga: Gempa NTT Sebabkan Sejumlah Jalan Longsor, 5 Bandara Terdampak
“Dari Kementerian Sosial ini juga, untuk satu dua hari ini akan menggeser logistik dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak ini dari kabupaten-kabupaten sebelahnya yang terdampak ringan atau tidak terdampak,” ucap dia.
Suharyanto mengungkapkan, BNPB dan Kementerian Sosial masih memiliki gudang logistik di Kabupaten Flores Timur untuk masyarakat terdampak.
“Ini memang cadangan untuk masyarakat yang terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki yang lalu, ini di gudang masih banyak barang-barang, ini pun untuk sementara kita akan geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi ini,” ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, jumlah korban ini BNPB dapatkan berdasarkan data yang lembaganya himpun pada pukul 15.00 WIB.
Baca juga: Kepala BMKG: Tercatat 235 Gempa Susulan di Pulau Flores, NTT hingga Pukul 14.00
“Sampai dengan pukul 15.00 WIB sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian 2 jiwa luka berat, 11 luka ringan,” kata Suharyanto dalam jumpa pers secara daring pada Sabtu.
Selain korban jiwa, sejumlah warga terdampak dilaporkan mengungsi secara mandiri.
“Kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri,” ucapnya.
Untuk kerusakan, BNPB mencatat sejumlah ruas jalan tertutup longsor akibat gempa.
Namun, data kerusakan jalan masih dalam pendataan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)