Penjelasan Istana soal Ambulans Udara dan Dokter Terbang

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan konsep ambulans udara dan tim dokter terbang yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Prasetyo menjelaskan konsep terobosan layanan kesehatan tersebut seperti dokter keliling yang mirip dengan mobile dentist care atau layanan kesehatan gigi dan mulut keliling.

Advertisement

BACA JUGA: Top 3: Prabowo Ungkap Arsitektur RAPBN 2027

"Jadi mobil untuk perawatan atau kesehatan dokter keliling, semacam home care yang nanti ini diharapkan ini bisa membantu mempercepat dulu mengatasi masalah terutama masalah kesehatan gigi rakyat kita," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

"Kira-kira konsepnya sebenarnya mirip dengan yang dokter keliling atau mobile dentist car tadi," sambungnya.

Dia menyampaikan gagasan dokter terbang berawal dari hasil kunjungan ke berbagai daerah. Dari kunjungan tersebut, banyak ditemukan fasilitas rumah sakit dan Puskesmas yang belum merata. Karena itu, dokter terbang disiapkan untuk mempercepat layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Prasetyo menuturkan pemerintah juga mempercepat perbaikan fasilitas kesehatan di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Indonesia. 

"Dengan harapan memperpendek baik jarak maupun waktu terhadap pelayanan kesehatan kepada rakyat kita yang di tempat yang paling jauh," tuturnya.

Menurut dia, gagasan dokter terbang juga diterapkan di sejumlah negara dengan menggunakan helikopter untuk menjangkau pasien yang berada di wilayah sulit diakses, khususnya mereka yang mengalami kondisi kesehatan tertentu.

"Itu untuk melakukan penanganan dengan jauh lebih cepat khusus di daerah-daerah yang terpencil," jelas Prasetyo.

Dia menuturkan nantinya tidak semua desa dan kelurahan harus memiliki moda transportasi udara. Prasetyo menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperbaiki rumah sakit dan Puskesmas agar masyarakat mendapat layanan kesehatan yang merata.

"Jadi mohon izin juga untuk apa namanya tidak memperbanding-bandingkan kenapa menangani ini dulu atau ini dulu. Semuanya kita coba kerjakan sesuai dengan tentu saja ya sesuai memang dengan kemampuan kita sesuaikan. Manakala kita mampu sesungguhnya kita menghendaki semuanya bisa kita selesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya," pungkas Prasetyo.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BNPB Sebut Banyak Puskesmas & 1 RS Rusak Imbas Gempa 7,7 M Guncang NTT
• 3 jam lalu
0
thumb
Kala Anggota DPRD DKI Minta Jalur Sepeda Tak Dihapus, Dorong Penambahan Anggaran Perawatan
• 12 jam lalu
0
thumb
Istana Sampaikan Duka Gempa 7,7 Magnitudo NTT, Koordinasi Menko PMK-BMKG
• 6 jam lalu
0
thumb
Puluhan karya foto ANTARA hadir di ruang terbuka Titik Nol Yogyakarta
• 18 jam lalu
0
thumb
Kapolda NTT Salurkan 100 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.