YKKMP: Puluhan Orang Berseragam Serang Kampung Ainot, Tiga Orang Jadi Korban

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MAYBRAT — Tiga warga sipil menjadi korban penyerangan bersenjata yang terjadi di Kampung Ainot, Distrik Aifat, di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) mendesak agar pemerintah dan aparat keamanan mengusut pelaku penyerangan tersebut. Ketua YKKMP Theo Hesegem menegaskan aksi-aksi brutalisme bersenjata yang menyasar warga biasa di Papua sudah semakin sering.

Baca Juga
  • Badan Geologi Temukan Indikasi Likuifaksi Usai Gempa NTT
  • BNPB Korban Jiwa Gempa NTT 38 Orang
  • Korban Jiwa Terus Bertambah Usai Gempa NTT, Kepala BNPB Ungkap Ada 38 Orang Meninggal Hingga Sore

Kata Theo, penyerangan yang terjadi terhadap warga sipil tersebut sangat ironis. Karena kata dia, peristiwa itu terjadi menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia. Selama ini, kata dia negara kerap mengabaikan keselamatan warga Papua dari ragam pelanggaran hak-hak asasi.

“Jika keselamatan masyarakat sipil belum dapat dijamin, lalu apa artinya kemerdekaan bagi orang Papua?,” kata Theo melalui siaran pers yang diterima Republika di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Theo menyampaikan, dari laporan yang diterima lembaga kemasyarakatan di Papua, peristiwa penyerangan terhadap warga biasa di Maybrat itu terjadi pada Kamis (13/8/2026) petang lalu.

Dia mengungkapkan, pada waktu itu keadaan yang sudah gelap di Kampung Ainot membuat warga mengakhiri kegiatan berkebun, dan memangkur sagu. Para pekerja itu kembali ke rumah-rumah masing-masing seperti hari-hari selama ini.

 

Peta Papua. Ilustrasi - (Google Maps)

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Geger Harta Karun Emas 30.000 Ton di Banten Dirampok Asing
• 2 jam lalu
0
thumb
Siap Berlaga di Lampung, PWI Sulsel Panggil Jurnalis Berkompeten Bertarung di Porwanas XV
• 23 jam lalu
0
thumb
Baleg DPR: RUU Migas Disepakati sebagai RUU Penggantian
• 40 menit lalu
0
thumb
Zulhas: BGN Diberi Waktu 3 Bulan untuk Refocusing
• 4 jam lalu
0
thumb
Dasco Sebut Aturan Bursa Mineral Harus Rampung Tahun Ini
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.