Kepala BMKG: Tercatat 235 Gempa Susulan di NTT hingga Pukul 14.00

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi 235 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershocks) sejak Sabtu (15/8/2026) pagi hingga pukul 14.00 WIB, setelah gempa utama yang terjadi di utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

"Kejadian gempa bumi susulan terhitung hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 235 aktivitas gempa bumi susulan," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, yang hadir dalam konferensi pers daring bersama BNPB, di Jakarta, Sabtu.

Gempa susulan tersebut terdistribusi di sebelah utara Pulau Flores dengan kisaran magnitudo M 2,5 hingga M 6,2.

Baca juga: Pasca-gempa Flores, PLN Pulihkan 429 Gardu dan Prioritaskan Pasokan Listrik RS

"Utamanya berada di bagian utara dari Pulau Flores," ujar Faisal. 

BMKG terus memantau pergerakan sesar secara real time. Hingga saat ini, kata dia, gempa-gempa susulan itu belum mengalami peluruhan.

Dia memperkirakan peluruhan alami memerlukan waktu berkisar antara 2 hingga 3 minggu, seperti gempa yang terjadi sebelumnya di Maluku Utara. 

"Jadi diperlukan waktu hingga gempa-gempa susulan ini akan luruh setelah 2 atau tiga minggu," ujar dia. 

Ada 4 gempa susulan besar

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, berdasarkan informasi dari BMKG, pasca gempa bermagnitudo 7,7, ada 4 gempa susulan yang cukup besar.

"Sampai pukul 15.00 hari ini, itu sudah terjadi 31 kali gempa susulan, yang signifikan atau yang magnitudenya besar, ini tercatat ada 4," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam kesempatan yang sama. 

Baca juga: Update Data Korban Gempa NTT Pukul 11.30 WIB: 20 Tewas, 6 Terluka, dan 2 Tertimbun

Dari empat gempa susulan besar itu, yang pertama terjadi pada pukul 05.13 WIB dengan magnitudo 6,2.

"Tepatnya hampir sama dengan gempa yang pertama, cuma kedalamannya ini naik. Jadi, yang gempa susulan pertama itu di kedalaman 10 kilometer dan tetap berada di laut," tutur dia.

Sementara itu, gempa susulan kedua terjadi pada pukul 05.13.53 dengan magnitudo 5,5.

Sama seperti gempa pertama, titik gempa susulan kedua ini berada di laut.

"Lintangnya di 8,14 Lintang Selatan, 120,11 Bujur Timur, dan kedalamannya di 10 kilometer," ucap Suharyanto.

Sementara itu, gempa susulan ketiga terjadi pada 05.28 dengan magnitudo 6,2 di kedalaman 10 kilometer.

Baca juga: Pasca-gempa Flores, PLN Pulihkan 429 Gardu dan Prioritaskan Pasokan Listrik RS

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Gempa susulan keempat pukul 05.37 dengan magnitudo 5,6.

"Gempa-gempa susulan yang lainnya yang tadi saya katakan 31 kali menurut informasi BMKG, itu tidak ada lagi yang kekuatannya di atas yang tadi saya sebutkan. Sejak pukul 7 pagi sampai sekarang sudah tidak ada lagi gempa-gempa yang magnitudonya besar," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pangdam Jaya, Kapolda Metro dan Pemprov Bersih-Bersih Sungai Bersama Warga
• 1 jam lalu
0
thumb
Pemkot Pekalongan Kembangkan Padi Biosalin di Lahan Bekas Rob, Produktivitas Tembus 8,2 Ton per Hektare
• 16 jam lalu
0
thumb
Video: RAPBN 2027: Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6%
• 22 jam lalu
0
thumb
Ricuh! Gara-Gara Saling Sahut Yel-Yel, Peserta Gerak Jalan di Baubau Berkelahi | BERUT
• 23 jam lalu
0
thumb
DPRD Bandung Targetkan Perda BPR Syariah Rampung, Transformasi Perseroda Diharap Dongkrak PAD
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.