Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan sejumlah ruas jalan darat terputus imbas gempa 7,7 magnitudo yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).
"Memang dilaporkan ada beberapa jalan yang tertutup longsor," kata Suharyanto dalam konferensi pers secara virtual.
Ia menyampaikan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menerjunkan personel beserta alat berat ke daerah terdampak untuk membersihkan material tanah longsor yang menutup sejumlah akses jalan utama.
"Jalur-jalur transportasi, jalur-jalur komunikasi, ini juga yang tahap berikutnya yang akan dipulihkan. Dari Kementerian Pekerjaan Umum juga sudah mengerahkan personel dan alat-peralatannya, segera akan bekerja membuka jalur-jalur transportasi yang mungkin terganggu akibat guncangan gempa ini," ujarnya.
Di sisi lain, ia menyebut, belum terdapat laporan terkait kendala pada jaringan komunikasi. Meski begitu, pemerintah menyiapkan langkah untuk memastikan saluran komunikasi darurat tetap terhubung dengan mendatangkan Starlink.
"Jalur-jalur komunikasi, sampai sekarang memang belum dapat laporan apakah sinyal HP, kemudian telepon, apakah ini terganggu, tetapi tentu saja kami juga menyiapkan alat komunikasi cadangan ya, yang sekarang operasionalnya mudah yaitu seperti Starlink. Tentu saja ini juga akan kita segera siapkan," ucapnya.
Gempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo itu sebelumnya terjadi pada Sabtu pagi. Gempa berpusat di 30 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagakeo, Nusa Tenggara Timur. Dari data sementara, 38 orang dilaporkan tewas, dua luka berat, dan 11 lainnya mengalami luka ringan.






Komentar (0)