PM Israel Benjamin Netanyahu Ledek Inggris “Republik Islam Britania”, London Naik Pitam

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Inggris sebagai "Republik Islam Britania," saat pemerintahan Partai Buruh yang baru di negeri Pangeran Charles itu mempertimbangkan untuk mengambil tindakan terhadap Israel.

Berbicara dalam podcast Radio Angkatan Darat Israel, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu, 15 Agustus 2026, Netanyahu mengkritik liputan media Inggris tentang Israel, sambil membandingkannya dengan pemberitaan selama Perang Enam Hari pada 1967.

Baca Juga :
Heboh Kabar Warga Israel Buka Usaha Restoran di Bali, Koster Ngaku Tak Bisa Berbuat Apa-apa
Israel Simpan 1.700 Jenazah Warga Palestina, Jadi Alat Kompromi Tukar Tawanan

“Coba temukan hal itu di Inggris saat ini, yang bisa Anda sebut Republik Islam Britania,” katanya. Benjamin Netanyahu kemudian mengulangi lelucon pada 2024 yang dibuat oleh Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance, dengan mengatakan Inggris bisa menjadi "Republik Islam pertama dengan senjata nuklir".

Menurut angka sensus terbaru, umat Muslim berjumlah sekitar 6 persen dari populasi Inggris, sementara Pakistan, yang secara resmi bernama Republik Islam Pakistan, telah memiliki senjata nuklir sejak 1990-an.

Kementerian Luar Negeri Inggris menyebut komentar tersebut "sama sekali tidak dapat diterima," dan mencatat bahwa masalah tersebut telah diangkat dengan pemerintah Israel.

Hubungan antara London dan Tel Aviv telah memburuk sejak Inggris secara resmi mengakui Negara Palestina pada September 2025, sebuah langkah yang ditolak oleh pemerintahan Benjamin Netanyahu.

Pertukaran tersebut terjadi beberapa minggu setelah Andy Burnham menjadi perdana menteri. Sebelum menjabat, Burnham mengatakan Partai Buruh "tidak melakukan hal yang benar" terkait Gaza, menegaskan bahwa Inggris perlu memberikan tekanan yang lebih besar pada pemerintah Israel, termasuk melalui penggunaan sanksi dan langkah-langkah yang menargetkan perdagangan dengan permukiman Israel.

Meskipun demikian, Inggris tetap mempertahankan hubungan ekspor militer dengan Israel. Meskipun London menangguhkan beberapa lisensi senjata pada 2024 karena kekhawatiran bahwa peralatan tersebut dapat digunakan untuk melakukan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, mereka mengecualikan komponen yang dipasok melalui program F-35 multinasional.

Inggris juga memberikan dukungan militer selama konflik tahun ini dengan Iran. London mengerahkan pesawat untuk mencegat serangan Iran dan mengizinkan pasukan AS untuk menggunakan pangkalan Inggris untuk operasi melawan peluncur rudal Iran dan situs terkait. Kerja sama keamanan Inggris dengan Israel mencakup penerbangan pengawasan di atas Gaza dan berbagi intelijen.

Baca Juga :
Israel Gempur Lebanon Lewat Serangan Udara, Permukiman Mansouri jadi Sasaran Rudal
RUU Iran Larang Kapal AS-Israel Lintasi Selat Hormuz
Netanyahu Tolak 15 Poin Rencana Perdamaian Gaza Usulan Board of Peace: IDF Tak Akan Mundur Sebelum Hamas Dilucuti

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bandara Ngurah Rai Bali Pastikan Penerbangan Rute NTT Normal Pascagempa
• 4 jam lalu
0
thumb
OJK Kejar Aturan Bursa Mineral, Target Operasi 1 Januari 2027
• 23 jam lalu
0
thumb
Porseni HUT RI Jadi Ajang Edukasi Pilah Sampah di Balai Kota Makassar
• 22 jam lalu
0
thumb
Usai Gempa M7,7 Guncang NTT, Istana Instruksikan BMKG dan Basarnas Siaga
• 7 jam lalu
0
thumb
Gempa M 7,7 di Nagekeo, Sejumlah Bangunan di Kota Bima Ikut Rusak
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.