BANDUNG, KOMPAS- Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pertama kalinya akan menggelar upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/8/2026). Upacara itu terlaksana di area yang baru selesai ditata.
Gedung Sate merupakan Kantor Pemprov Jabar yang berada di Kota Bandung. Pemprov Jabar mengucurkan anggaran Rp 15,8 miliar untuk menata halaman depan Gedung Sate
Melalui proyek ini, Pemprov Jabar menggabungkan halaman depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu yang sebelumnya dipisahkan Jalan Diponegoro. Pengerjaan proyek dimulai pada April 2026.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi pada Sabtu (15/8/2026) mengatakan, upacara HUT ke-81 RI tingkat provinsi akan terlaksana di halaman Gedung Sate.
Upacara HUT RI tingkat Jabar, kata dia, biasanya selalu dilaksanakan di Lapangan Gasibu. Dengan begitu, upacara HUT Kemerdekaan RI tahun ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di halaman Gedung Sate.
"Ini menjadi yang pertama. Selama ini tempat upacara di Lapangan Gasibu. Saat bendera berkibar yang terekam di kamera muncul bangunan hotel bukan Gedung Sate. Hal itu tidak akan terjadi lagi,” kata Dedi.
Ia menuturkan, Gedung Sate setelah direnovasi akan terbuka bagi masyarakat, sehingga saat upacara HUT RI menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk pertama kali melihat hasil revitalisasi dan renovasi Gedung Sate.
"Kita melaksanakan upacara secara terbuka di halaman Gedung Sate. Masyarakat silakan datang untuk menghadiri dan melihat upacaranya," kata Dedi.
Dedi menegaskan, Gedung Sate sudah siap digunakan untuk tempat upacara. Pembuatan gerbang dan gapura sedang dilaksanakan dan diperkirakan selesai Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, penataan bagunan heritage dan ikon Kota Bandung itu dilakukan dengan cermat termasuk dalam hal pemilihan bahan baku cat tembok. Hal itu kini dapat dilihat dari warna Gedung Sate yang putih bersih dan lebih cerah daripada warna sebelumnya.
"Jadi sekarang menggunakan cat yang memiliki standar sesuai dengan ketentuan Balai Pelestarian Cagar Budaya," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jabar Adi Komar menambahkan, terdapat bangunan berbentuk saung yang dibuat di halaman depan Gedung Sate. Bangunan itu untuk mendukung kegiatan upacara dan bukan bagian dari bangunan permanen.
"Saung itu tidak akan langsung dibongkar setelah upacara selesai. Untuk sementara, masyarakat masih bisa menikmati area tersebut, " tambahnya.






Komentar (0)