HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Apersi menggenjot pemasaran rumah subsidi untuk mengejar target pembangunan lebih dari 100 ribu unit sepanjang 2026.
Strategi tersebut menjadi bagian upaya Apersi meningkatkan penyerapan rumah subsidi di tengah program nasional 3 juta rumah.
Ketua Umum DPP Apersi Deddy Indrasetiawan optimistis kontribusi pengembangnya tahun ini dapat melampaui capaian 2025.
Tahun lalu, pengembang yang tergabung dalam Apersi secara nasional membangun sekitar 85 ribu unit rumah.
Deddy mengatakan data Tapera menunjukkan capaian pembangunan rumah oleh Apersi telah berada di atas 110 ribu unit.
“Kalau lihat data Tapera mungkin sekitar 110.000 lebih ya, sampai hari ini,” katanya.
Menurut Deddy, capaian tersebut menjadi modal bagi Apersi untuk terus mendorong anggota meningkatkan pembangunan sekaligus mempercepat pemasaran rumah.
“Tapi kami di Apersi tetap optimistis, kami tetap optimistis di tahun ini kami harus melampaui pencapaian tahun lalu,” ujarnya.
“Makanya saya bilang mendorong anggota Apersi untuk terus membangun dan memasarkan perumahan,” tambah dia.
Pameran Properti Jadi Strategi Perluas PasarSalah satu strategi yang kini diperkuat Apersi adalah mempertemukan pengembang secara langsung dengan calon pembeli melalui pameran properti.
Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui Apersi Property Expo (APEX) 2026 di Mall Panakkukang, Makassar, pada 13-16 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar Apersi Sulawesi Selatan itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai rumah subsidi, pembiayaan, hingga berbagai penawaran kepemilikan rumah.
Deddy mengatakan pengembang di berbagai daerah juga mengembangkan pendekatan masing-masing untuk menjangkau konsumen.
“DPD-DPD lain melakukan cara hal lain. Sebenarnya pengembang-pengembang Apersi pada saat ini tuh sudah kreatif,” ungkapnya.
Menurut dia, kreativitas pemasaran menjadi semakin penting karena perilaku calon pembeli mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi.
Pengembang kini tidak cukup hanya mengandalkan pemasaran konvensional. Kanal digital juga dimanfaatkan untuk memperlihatkan produk perumahan kepada calon konsumen.
Konsumen Bisa Cek Rumah Lewat Media SosialDeddy menilai teknologi digital membuat calon pembeli dapat memperoleh gambaran mengenai rumah tanpa harus terlebih dahulu mendatangi kantor pemasaran.
Kondisi bangunan, kualitas rumah, hingga lingkungan perumahan dapat ditampilkan melalui media sosial sebelum konsumen melakukan kunjungan langsung.
“Nah itu, jadi bagaimana sekarang dengan digital ini dunia kayak kecil. Jadi orang tuh enggak perlu melihat ke kantor pemasarannya,” kata dia.
“Jadi dengan melihat media sosial aja, sudah lihat, ‘Oh kondisi seperti ini, kualitas bangunan seperti ini’. Tinggal dia go show, closing, seperti itu sebenarnya,” tambahnya.
Pemanfaatan pemasaran digital diharapkan memperluas jangkauan pengembang sekaligus mempercepat calon konsumen dalam mengambil keputusan pembelian rumah subsidi.
Strategi tersebut menjadi semakin relevan karena segmen calon pembeli rumah subsidi kini mulai meluas.
Pekerja Non-Fixed Income Mulai DilirikSelama ini, pekerja dengan penghasilan tetap atau kelompok fixed income masih menjadi konsumen terbesar rumah subsidi.
Namun, akses pembiayaan yang semakin terbuka mulai memberikan peluang bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap untuk memiliki hunian subsidi.
Deddy menilai perkembangan tersebut dapat memperluas basis konsumen sekaligus membuka pasar baru bagi pengembang Apersi.
“Sebagai salah satu contoh akad massal, itu luar biasa itu,” ungkapnya.
Kelompok pekerja non-fixed income, termasuk pekerja sektor informal, kini memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pembiayaan rumah.
Perluasan akses tersebut menjadi penting karena keberhasilan pembangunan rumah tidak hanya ditentukan oleh jumlah unit yang selesai dibangun.
Rumah yang telah tersedia juga harus terserap dan benar-benar dimiliki masyarakat yang menjadi sasaran program.
Dukung Program 3 Juta RumahUpaya Apersi memperbesar pembangunan dan penyerapan rumah subsidi sejalan dengan program 3 juta rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Program tersebut diarahkan untuk memperluas ketersediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah menargetkan pembangunan 3 juta unit rumah secara nasional hingga 2029 melalui program tersebut.
Bagi Apersi, target pembangunan lebih dari 100 ribu unit pada 2026 harus berjalan beriringan dengan strategi pemasaran yang efektif.
Pameran properti seperti APEX 2026, pemanfaatan media sosial, serta terbukanya akses pembiayaan bagi pekerja non-fixed income menjadi sejumlah pendekatan yang disiapkan.
Dengan strategi tersebut, Apersi berharap rumah subsidi yang dibangun tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga semakin cepat terserap masyarakat yang membutuhkan.






Komentar (0)