Mensesneg: Pemerintah gerak cepat tangani dampak gempa NTT

antaranews.com
23 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan pemerintah melakukan gerakan cepat tanggap darurat pascabencana gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu.

Mensesneg menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu menyampaikan Presiden Prabowo Subianto sudah menerima laporan dan perkembangan terbaru setelah gempa bumi terjadi di Kabupaten Nagekeo, NTT pada Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB.

"Kita semua, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan seluruh jajaran terkait, termasuk TNI dan Polri, melakukan langkah-langkah mitigasi, melakukan langkah-langkah cepat, tanggap darurat cepat. Untuk terutama segera mengatasi keadaan di awal-awal kejadian," jelas Prasetyo.

Dia menjelaskan koordinasi sudah dilakukan dengan Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, yang dilaporkan akan segera menuju ke wilayah terdampak pada hari ini, dan Kepala Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii.

Baca juga: Gubernur sebut wilayah utara Flores paling terdampak gempa

Selain itu, koordinasi juga berlangsung dengan Gubernur NTT Melki Laka Lena demi memastikan penanganan pascagempa dapat berjalan dengan cepat dan tepat, mengatasi berbagai potensi yang terjadi.

Dia menyebut pemerintah pusat siap mengerahkan bantuan jika memang diperlukan bantuan khusus.

Sejauh ini, pemeriksaan kerusakan di lapangan sedang berlangsung disertai upaya penanganan korban luka maupun meninggal dunia di wilayah Kabupaten Nagekeo dan sejumlah kabupaten lain yang terdampak.

"Yang paling penting adalah segera mitigasi penyelamatan. Kalau ada korban segera tertangani dan langsung dipikirkan untuk penanganan-penanganan," tuturnya.

Baca juga: BNPB: 14 orang meninggal dunia akibat gempa M7,7 di NTT

Sebelumnya, gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu pagi.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tektonik itu terjadi di kedalaman 15 kilometer berpusat di laut pada jarak 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada Sabtu pukul 04.58 WIB.

Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, hingga menyebar ke Bima (NTB) dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan seperti Jeneponto, Kepulauan Selayar, serta Maros.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu pagi ini, dua orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dua korban jiwa tersebut dilaporkan berada di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.

Baca juga: Gempa NTT, Badan Geologi ESDM ingatkan warga patuhi jalur evakuasi

Baca juga: Wapres sampaikan duka, pastikan penanganan maksimal pascagempa di NTT

Baca juga: Mensesneg koordinasikan kesiagaan pemerintah pascagempa NTT


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KISI Soroti Return Reksa Dana MNC AM Tembus 5 Persen dalam Setahun
• 19 jam lalu
0
thumb
Animo Publik Tinggi, DPR Pastikan Pembahasan RUU Perampasan Aset Terus Berproses
• 20 jam lalu
0
thumb
Netizen Belanda Murka Usai Justin Hubner dan Ole Romeny Bawa Fortuna Sittard Menang, Singgung Keputusan Kontroversial Wasit
• 4 jam lalu
0
thumb
TNI Kerahkan Hercules dan KRI Tangani Gempa NTT, 14 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
• 12 jam lalu
0
thumb
Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Pulihkan 1.200 Ha Pesisir Inhil yang Terdampak Abrasi
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.