Trump Perintahkan Kapal Induk AS Setop Pakai Sistem Canggih, Kenapa?

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan agar kapal-kapal induk AS di masa depan tidak lagi menggunakan sistem canggih untuk meluncurkan jet tempur. Trump mencetuskan agar kapal induk AS kembali menggunakan teknologi pelontar versi lama yang telah "teruji".

Perintah Trump tersebut dinilai justru dapat meningkatkan biaya militer secara drastis. Apa alasannya?

Perintah Trump itu, seperti dilansir AFP, Sabtu (15/8/2026), diumumkan sebagai bagian dari memorandum kepresidenan soal keamanan nasional untuk "memperbaiki masalah kritis jangka panjang dalam program pembuatan dan perbaikan kapal Angkatan Laut, dan memulihkan kapasitas dan persaingan dalam basis industri maritim".

Angkatan Laut AS telah mendominasi lautan sejak Perang Dunia II. Namun konflik-konflik terkini, termasuk perang melawan Iran, telah menyoroti masalah terkait kapal-kapal yang menua dan proses pengadaan yang memakan waktu lama.

Trump menyayangkan kondisi "basis industri pembuatan kapal yang mengalami kemunduran", yang menurutnya telah menyebabkan proses pembuatan dan perbaikan kapal perang menjadi lebih lambat dan lebih mahal.

Baca juga: Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi di Kapal Induk Abraham Lincoln

Perintah terbaru Trump ini menginstruksikan Pentagon atau Departemen Pertahanan AS untuk menyusun rencana penggantian Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik (EMALS) dan Lift Senjata Canggih (Advanced Weapons Elevators) dengan sistem uap dan hidrolik pada kapal induk AS yang akan datang.

Kapal pertama yang akan terdampak perintah itu adalah USS Doris Miller, kapal induk keempat dari kelas Gerald R Ford, yang dijadwalkan rampung pada tahun 2034 mendatang.

Perubahan sistem pelontar ini, menurut laporan media terkemuka AS Wall Street Journal (WSJ), diperkirakan akan memakan biaya miliaran dolar Amerika. Selain itu, pengoperasian dan pemeliharaan sistem uap juga akan membutuhkan lebih banyak personel.

General Atomics, perusahaan yang memenangkan kontrak pembuatan sistem pelontar elektromagnetik untuk USS Doris Miller, menyatakan bahwa keputusan untuk beralih sistem itu "perlu dipertimbangkan kembali secara cermat".




(nvc/idh)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terpeleset di Gunung Rinjani, Turis Asal Prancis Dievakuasi Tim SAR
• 12 jam lalu
0
thumb
Menhub Ungkap 3 Pelabuhan hingga Bandara Komodo Terdampak Gempa M 7 NTT
• 2 jam lalu
0
thumb
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, Soroti Ibu Meninggal Karena Harus Jalan 7 9 Jam Untuk Melahirkan
• 21 jam lalu
0
thumb
Mayat Terikat di Kebun Tewas Deli Serdang Ternyata Driver Taksi Online, Diduga Korban Begal
• 22 jam lalu
0
thumb
GO-SARI Bantul Ubah Sampah Jadi Penghasilan, Gerakkan Ekonomi Sirkular dan Ciptakan Lapangan Kerja
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.