Cerita Tamu Hotel di Labuan Bajo Saat Gempa NTT: Guncangan Terasa 4 Menit

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Labuan Bajo: Guncangan gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, terasa kuat di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Tamu hotel dibuat panik hingga berlarian menyelamatkan diri.

"Lama guncangan mencapai empat menit. Itu cukup lama dan seumur hidup saya baru merasakan guncangan seperti ini. Panik," tutur Kadek, salah seorang tamu Hotel Jayakarta Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026.

Guncangan keras tersebut tidak hanya memicu kepanikan, tetapi juga merusak sejumlah fasilitas akomodasi wisata, termasuk Hotel Jayakarta Labuan Bajo. Pantauan jurnalis Media Indonesia di lokasi menunjukkan sejumlah bagian bangunan hotel mengalami kerusakan parah. Dinding dan material bangunan roboh, sementara berbagai fasilitas hotel ikut terdampak akibat kuatnya guncangan gempa. 

Baca Juga :

Dampak Gempa NTT, 2 Penerbangan Kupang-Ende Batal
Kondisi tersebut memicu kepanikan di dalam hotel. Para tamu yang sedang berada di dalam kamar langsung berhamburan keluar bangunan. Pihak petugas hotel segera mengerahkan proses evakuasi melalui jalur tangga darurat untuk menghindari risiko tertimpa material bangunan yang ambruk.

Kadek mengaku sangat panik saat gempa terjadi dan langsung berlari melalui tangga darurat untuk menyelamatkan diri ke tempat terbuka. “Beruntung saya tidak tertimpa serpihan material yang ambruk,” ujar dia.


Bangunan rusak akibat gempa M 7,7 di NTT, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Antara) 

Pengalaman serupa turut dialami oleh Adam, seorang wisatawan asal Prancis yang menginap bersama istrinya di hotel yang sama. Saat gempa terjadi secara tiba-tiba, keduanya sedang tertidur lelap.

“Kami sempat panik mencari jalur evakuasi. Guncangan begitu hebat, secara tiba-tiba. Kami sedang tertidur,” kata Adam. Menurutnya, guncangan yang datang mendadak membuat ia dan istrinya langsung bergegas mencari jalur evakuasi, keluar dari kamar, dan menyelamatkan diri menuju area terbuka.

Setelah proses evakuasi selesai, para tamu memilih untuk tetap berada di luar gedung karena khawatir akan terjadinya gempa susulan. Manajemen Hotel Jayakarta kemudian mengambil langkah pengamanan ketat dengan menutup sementara operasional hotel. Seluruh tamu dan pekerja dievakuasi keluar gedung sembari menunggu hasil pemeriksaan mendalam terhadap kondisi fasilitas dan struktur bangunan hotel. (MI/MM)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ricuh! Gara-Gara Saling Sahut Yel-Yel, Peserta Gerak Jalan di Baubau Berkelahi | BERUT
• 20 jam lalu
0
thumb
OJK: Daftar Mineral untuk Bursa Komoditas Sudah Ada, Tinggal Tunggu Perpres
• 20 jam lalu
0
thumb
DPR Dorong Kenaikan Gaji dan Tunjangan Guru-Dosen Masuk RAPBN 2027
• 21 jam lalu
0
thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Jumat 14 Agustus 2026, TEBE Tempati Posisi Teratas
• 23 jam lalu
0
thumb
Dedi Mulyadi Ogah Hotel Pullman Tersorot Kamera Saat Upacara HUT RI: Upacara Dipindah ke Gedung Sate
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.