TANGERANG, KOMPAS.com – Sejumlah aparat kepolisian dari Polresta Tangerang terlibat adu jotos dengan aparatur sipil negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang dalam laga semifinal sepak bola Pekan Olahraga Antarpegawai (POR Pegawai) Kabupaten Tangerang 2026 di Stadion Mini Kecamatan Solear, Jumat (14/8/2026).
Peristiwa itu ramai diperbincangkan usai video yang menampilkan keributan antara kedua pihak beredar dan viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Leksono menyampaikan bahwa gesekan yang terjadi di lapangan merupakan dinamika wajar dalam pertandingan dengan intensitas tinggi dan tidak sampai berujung pada kericuhan.
Baca juga: Jalan Puri Lingkar Luar Jakbar Berlubang dan Sempat Dikira Ambles, Kini Diperbaiki Petugas
"Memang terdapat dinamika di lapangan ketika intensitas pertandingan meningkat, terutama menjelang akhir pertandingan," ujar Tri dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Tri menjelaskan, pertandingan yang berlangsung ketat membuat kontak fisik saat perebutan bola maupun respons emosional sesaat tidak terelakkan.
Namun, situasi tersebut dapat segera diredam oleh para pemain dan petugas pengamanan di lapangan.
"Situasi tersebut dapat segera diredam dan tidak berkembang menjadi kericuhan ataupun perkelahian antarpemain," kata dia.
Menurut Tri, kedua tim juga menunjukkan sikap sportif setelah pertandingan berakhir.
Begitu wasit meniup peluit panjang, para pemain Polresta Tangerang dan DLHK Kabupaten Tangerang langsung saling bersalaman dan berpelukan.
Ia memastikan tidak ada persoalan atau perselisihan yang berlanjut di luar lapangan.
Baca juga: Di Tengah Gemerlap Private Party, DJ Perempuan Diduga Alami Kekerasan Seksual Pejabat
"Yang terpenting, pertandingan tetap dilanjutkan sampai peluit akhir dan berjalan dengan aman serta kondusif. Setelah pertandingan selesai, para pemain dari kedua tim juga saling bersalaman," tutur Tri.
Karena itu, Tri meminta masyarakat dan pihak luar menyikapi informasi yang beredar secara proporsional serta tidak membesar-besarkan ketegangan sesaat yang terjadi selama pertandingan.
"Tidak perlu membesar-besarkan ketegangan sesaat yang terjadi di lapangan, terlebih sampai mengesankan adanya perselisihan antarkedua tim," imbaunya.
Menjaga Sportivitas dan SilaturahmiTri mengatakan, semangat utama penyelenggaraan POR Kabupaten Tangerang adalah menjalin silaturahmi, mempererat kebersamaan, serta memupuk sportivitas antarinstansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
"Namanya pertandingan, tentu ada tensi dan semangat untuk memenangkan pertandingan. Yang penting adalah bagaimana setiap pemain mampu mengendalikan diri, menjaga sportivitas, dan menyelesaikan pertandingan dengan baik. Dalam pertandingan tersebut, hal itu telah ditunjukkan oleh kedua tim," ujar Tri.






Komentar (0)