Iran Sentil Trump: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut Lewat Cuitan atau Perintah

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran, Kazem Gharibabadi menegaskan Selat Hormuz tidak dapat direbut hanya dengan sebuah cuitan, pengerahan kapal induk, perintah, ataupun pidato kampanye pemilu.

Hal itu disampaikan Gharibabadi merespons klaim Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang sesumbar akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah negaranya.

Baca Juga :
Trump Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Jadi Wilayah AS
Iran Klaim Kendalikan Selat Hormuz, Kapal Komersial Tak Bisa Melintas Tanpa Izin

Gharibabadi mengatakan AS harus mengakui kekalahan strategis dan serius yang telah dideritanya dalam perang melawan Iran.

“Iran tidak takut terhadap ancaman dan tidak dapat diintimidasi oleh unjuk kekuatan,” ucap Gharibabadi melalui unggahannya di platform media sosial X.

“Selat Hormuz itu milik Iran, sekarang milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran. Sampai kalian menerima kenyataan mengenai kekalahan kalian dan meninggalkan fantasi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade di Hormuz,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Trump mengklaim bahwa Angkatan Laut AS sedang memberlakukan blokade penuh terhadap Selat Hormuz.

“Setelah mengalahkan Iran sepenuhnya, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” kata Trump.

Sementara itu, para pejabat Iran berulang kali mengatakan bahwa selat tersebut tidak akan dibuka kembali selama AS masih melakukan intervensi di kawasan itu, mempertahankan blokade angkatan laut, dan tidak memenuhi persyaratan dalam kerangka kesepakatan Juni antara Teheran dan Washington.

Melalui platform Truth Social, Trump juga mengklaim bahwa AS telah memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan meyakini bahwa kendali tersebut dapat dipertahankan.

Ibrahim Zolfaqari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya yang merupakan badan militer tertinggi Iran dalam mengoordinasikan perang, membantah klaim Trump tersebut pada Kamis.

“Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran,” kata Zolfaqari. (Ant)

Baca Juga :
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Apa yang Dibahas?
IHSG Dibuka Menghijau saat Wall Street & Bursa Asia Tertekan Harga Minyak Imbas Konflik Iran-AS
Trump Dikawal Ketat Avenger saat Main Golf di New Jersey

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AESI: Kemandirian Energi RI Bisa Dimulai dari Atap Rumah
• 17 jam lalu
0
thumb
Bamsoet Apresiasi Swasembada Pangan dan Reformasi Besar BUMN Era Prabowo
• 20 jam lalu
0
thumb
BMKG keluarkan peringatan dini tsunami pascagempa M 7,7 di Nagekeo NTT
• 8 jam lalu
0
thumb
Gempa NTT, SAR Maumere: 1 Warga Sikka Tertimpa Reruntuhan
• 5 jam lalu
0
thumb
Kronologi Istri di Lumajang Potong Alat Kelamin Suami Pakai Celurit, Dipicu Cemburu
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.